Isu Kudeta Partai Demokrat
Bantah Partai Dinasti, Ini Jawaban Jansen Ditanya Peluang Jadi Ketum Demokrat oleh Najwa Shihab
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menjawab pertanyaan dari presenter Najwa Shihab terkait peluangnya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menjawab pertanyaan dari presenter Najwa Shihab terkait peluangnya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Mata Najwa, Rabu (3/3/2021), pertanyaan tersebut diberikan mengingat adanya tudingan bahwa Partai Demokrat merupakan partai dinasti.
Hal itu menyusul terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketum menggantikan sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Jansen Sampai Bersumpah saat Debat dengan Max Sopacua soal Penetapan AHY sebagai Ketum Demokrat
Baca juga: Mengaku Masih Kader meski Sudah Dipecat, Jhoni Allen: Hati Saya Demokrat, Bukan Hanya Bajunya
"Bang Jansen saya mau tanya, apakah ada kekhawatiran bahwa mungkin saja karier politik Anda tidak bisa berkembang, kalau memang Partai Demokrat tidak membuka diri atas orang-orang lain di luar trah Cikeas?" tanya Najwa Shihab.
"Mungkin tidak Jansen Sitindaon jadi ketua umum partai Demokrat?" imbuhnya.
Menjawab hal itu, Jansen mengaku cukup realistis.
Menurutnya, sebagai kaum minoritas, bisa menjadi sekjen ataupun wakil sekjen partai dirasa sudah cukup.
"Aku, Bang JAM (Jhoni Allen Marbun) ini yang sudah double-double minority ini tidak mimpi menjadi ketua umum," jawab Jansen.
"Puncak buat kami kalau di partai manapun di Indonesia ini ya paling sekjen partai," imbuhnya.
"Mimpi saja enggak berani, kami tahu kami ini Kristen, HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)."
Jansen tidak dipungkiri bahwa posisi ketua umum sangat begitu menentukan bagi kelangsungan partai politik itu sendiri.
Oleh karenanya untuk bisa menjadi ketua umum tentunya harus memiliki elektabilitas yang baik karena berpeluang besar untuk menjadi pemimpin nasional.
"Kalau elektabilasnya bagus, prospek untuk diusung menjadi pemimpin nasional, bisa wapres, bisa presiden," kata Jansen.
Mendengar jawaban Jansen, Najwa Shihab menilai kurang logis, mengingat Partai Demokrat yang disebutnya merupakan partai terbuka sehingga siapapun bisa memiliki peluang, tanpa melihat latar belakang maupun agama.
"Kalau Demokrat partai terbuka, kenapa tidak kader non muslim juga bisa menjadi ketua umum," terang Najwa Shihab.
Baca juga: Sebut Nama Petinggi Demokrat yang Memfitnahnya, Marzuki Alie: Saya Nggak Tahu Apa-apa, demi Allah
Baca juga: Berkali-kali Puji Jhoni Allen Sakti, Demokrat Ungkap Perkataan SBY sebelum Pemecatan
Meski begitu, Jansen lagi-lagi mengatakan bahwa jabatan sebagai sekjen sudah menjadi prestasi tersendiri.
Jansen juga menegaskan bahwa hal itu tidak hanya berlaku saat dirinya berada di Partai Demokrat, melainkan juga partai-partai lainnya.
"Aku ini orang tahu diri, puncak buat aku bukan hanya di Partai Demokrat, di partai seluruh di Indonesia mungkin hanya sekjen partai," jelas Jansen.
Terlepas dari itu, Najwa Shihab kembali menanyakan perihal peluang bagi orang di luar keluarga Cikeas untuk bisa menjadi ketum Demokrat.
Menurut Jansen peluang tersebut tetap ada.
"Ketua Umum pertama itu Pak Subur Budi Santoso, kedua Pak Hadi Utomo, ketiga Cak Anas (Urbaningrum)," terangnya.
Lebih lanjut, Jansen mengakui bahwa Partai Demokrat memang identik dengan SBY, begitupun sebaliknya.
"Buat saya pribadi, kami ini bisa menjadi solid, rukun, kuat kalau ada Yudhoyono di belakang namanya. Dan kita ini memang harus mengakui jujur, Demokrasi ya SBY, SBY ya Demokrat," ungkap Jansen.
"Kalau tanpa Pak SBY, partai ini bukan apa-apa," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 1.35:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)