Terkini Nasional
Ungkit Kerumunan HRS, Dokter Tirta Curhat Dicap Cebong Gara-gara Bela Jokowi soal Souvenir
Dokter Tirta berpendapat soal kerumunan yang terjadi saat Presiden Jokowi mengunjungi Maumere bukanlah kesalahan presiden.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Ujang menilai, Jokowi memiliki sederet instrumen yang seharusnya bisa mendeteksi terjadinya kerumunan.
Karena itu, Ujang lantas menyinggung bantahan yang dilayangkan pihak istana soal kerumunan yang terjadi.
"Presiden punya instrumen yang tinggi dan besar untuk mendeteksi kerumunan itu," jelas Ujang.
"Jadi kalau kerumunan misalkan dijawab pihak istana bahwa itu tidak disengaja, itu euforia dari masyarakat di sana."
Tak hanya itu, Ujang turut membahas sikap Jokowi saat kerumunan terjadi.
Menurut dia, lambaian tangan Jokowi saat kejadian justru membuat masyarakat semakin berkerumun.
"Itu oke, tapi permasalahannya adalah ketika mereka berkerumun, Pak Jokowi melambaikan tangan," tutur Ujang.
"Itu menandakan akan memanggil kerumunan."
Dalam kesempatan itu, Ujang juga membahas soal sejumlah souvenir yang diberikan Jokowi saat kerumunan.
Ia menilai, souvenir tersebut semakin memancing warga sekitar untuk berkerumun mendekati Jokowi.
"Yang kedua, Pak Jokowi membagikan souvenir apa pun barangnya itu," ujar Ujang.
"Itu juga merekatkan kerumunan dan faktanya kerumunan itu ada dan terjadi."
"Ini yang menjadi kritik pada Pak Jokowi dari publik."
Ujang meyakini kerumunan Jokowi di NTT itu telah melanggar protokol kesehatan.
Karena itu, ia lantas menyamakan kerumunan Jokowi dengan Rizieq Shihab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/drtirta262221dusassiis.jpg)