Breaking News:

Pilpres 2024

Kriteria Ini Buat Prabowo Menang Survei Elektabilitas, Bukan soal Kejujuran atau Janji Kampanye

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat posisi tertinggi dalam survei elektabilitas yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Instagram @prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat berada di Gedung DPR/MPR RI, 16 Juli 2020. Terbaru, Prabowo berada di posisi teratas survei elektabilitas calon presiden. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat posisi tertinggi dalam survei elektabilitas yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa (23/2/2021).

Berdasarkan survei, Prabowo mendapat angka tertinggi yakni 22,5 persen.

Hasil survei terhadap alasan orang memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden sehingga memenangkan survei elektabilitas tertinggi, Selasa (23/2/2021).
Hasil survei terhadap alasan orang memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden sehingga memenangkan survei elektabilitas tertinggi, Selasa (23/2/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Prabowo Subianto Disebut Kurang Merakyat Tidak seperti Jokowi, Dahnil Anzar: Tentu Perlu Diperbaiki

Mengikuti di bawahnya ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 10,6 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 10,2 persen, lalu Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dengan 7,2 persen.

Terdapat sejumlah kriteria yang membuat Prabowo mendapat posisi tertinggi.

Kriteria utama yang dipilih masyarakat adalah faktor sifat tegas dan berwibawa dengan angka 27,6 persen.

Menyusul faktor berikutnya adalah sifat merakyat atau perhatian kepada rakyat dengan angka 22,5 persen.

Baru di posisi ketiga ada sifat kejujuran atau kesan bersih dari praktik KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) dengan angka 9,6 persen.

Sifat-sifat lainnya dengan angka lebih kecil adalah sang menteri pertahanan dianggap berpendidikan, paling memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, serta ramah atau sopan santun.

Baru setelah itu program yang ditawarkan Prabowo tampak menjanjikan, dengan angka survei 3,8 persen.

Alasan-alasan lainnya adalah ketaatan beragama, tokoh politik, hingga mengikuti orang lain yang mendukung Prabowo.

Hal itu dijelaskan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.

Baca juga: Respons PDIP dan Gerindra soal Survei Capres 2024: Prabowo Teratas, Disusul Ganjar, Anies, Ahok

"Dua hal yang paling menonjol, yang menjadi alasan utama paling tidak sampai Januari 2021, memilih presiden itu adalah kalau dia dianggap memiliki personality yang tegas berwibawa," papar Djayadi Hanan.

"Kemudian merakyat atau memiliki perhatian kepada rakyat," lanjutnya.

"Selanjutnya baru kualitas ketiga seperti biasa, jujur, bersih dari KKN. Kemudian pintar, berpendidikan, memperjuangkan rakyat kecil, ramah, santun, dan seterusnya," tambah Djayadi.

Menanggapi hasil survei itu, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Supratman Andi Agtas menyebut hasil survei terhadap Prabowo memang cenderung stabil sejak Pilpres 2019.

Ia menyinggung faktor lain yang membuat Prabowo bertahan di posisi puncak survei adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat tidak akan dapat mencalonkan diri lagi dalam bursa Pilpres 2024.

"Kalau kita berkaca dari pemilu tahun 2019, itu tidak mengalami pergeseran yang signifikan," komentar Supratman.

"Kecuali terkait kebetulan Presiden Jokowi tidak akan mencalonkan diri lagi di Pemilu 2024," tambahnya.

Lihat videonya mulai dari awal:

Hasil Survei: Demokrat Melesat

Lembaga survei New Indonesia Research dan Consulting mengungkapkan hasil survei terbaru elektabilitas partai politik.

Tidak dipungkiri bahwa dinamika partai politik terus bergerak menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang.

Dalam hasil survei terbarunya, Partai PDI Perjuangan dan Partai Demokrat mengalami nasib berkebalikan.

Elektabilitas PDIP mengalami banyak penurunan, sedangkan Demokrat melesat naik.

Baca juga: Tak Cuma AHY, Pengamat Sebut Moeldoko pun Diuntungkan dalam Isu Kudeta Demokrat: Presiden Kena Getah

Baca juga: Refly Harun Sebut Peluang Moeldoko di Pilpres 2024 Besar jika Pimpin Demokrat: Istana akan Sesak

Selain Demokrat, parpol yang mengalami kenaikan elektabilitas adalah PKS dan PSI.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono, seperti yang dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Senin (8/2/2021).

“Elektabilitas Demokrat melesat, PDIP anjlok, sedangkan PKS dan PSI naik elektabilitasnya,” Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, pada Minggu (7/2/2021).

Elektablitas PDIP turun dari 31,4 persen menjadi 23,1 persen.

Padahal sebelumnya, elektabilitas PDIP sempat naik pada survei bulan Oktober 2020, yakni dari 29,3 menjadi 31,4.

Meski turun, elektabilitas PDIP masih yang tertinggi.

Sedangkan untuk Demokrat, elektablitasnya naik dari 3,2 persen menjadi 8,2 persen.

Hal itu membuat Demokrat menempati urutan empat besar.

Perlu diketahui, pada survei sebelumnya, Demokrat sempat mengalami penurunan elektabilitas dari 3,8 (Juni 2020) menjadi 3, 2 persen (Oktober 2020).

Baca juga: Ruhut Sitompul Sebut Demokrat Sengaja Seret Moeldoko dalam Isu Kudeta, karena Orang Dekat Jokowi?

Menurut Andreas menurunnya elektabilitas PDIP tidak terlepas adanya kadernya yang terlibat kasus korupsi, yakni Juliari Batubara yang sebelumnya menduduki jabatan Menteri Sosial.

Sebaliknya, hal itu dinilai dimanfaatkan oleh partai lain, khususnya partai di luar pemerintahan atau oposisi.

“Pengungkapan kasus korupsi bantuan sosial penanganan Covid-19 yang melibatkan menteri dan sejumlah politisi asal PDIP membuat citra parpol penguasa ini melorot tajam,” kata Andreas.

Dirinya menambahkan, elektabilitas Demokrat bisa saja akan kembali naik menyusul adanya isu kudeta.

“Naiknya isu kudeta terhadap kepemimpinan Demokrat bisa jadi upaya untuk terus mendulang elektabilitas,” kata Andreas. (TribunWow.com/Brigitta/Elfan)

Tags:
Prabowo SubiantoCapres 2024Pilpres 2024Anies BaswedanGanjar PranowoMenteri PertahananJokowiLembaga Survei Indonesia (LSI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved