Terkini Daerah
Depresi Terlalu Sering Nonton Film Dewasa, Guru Les di Cilincing Cabuli 4 Bocah Laki-laki
Mengaku stres dan depresi akibat terlalu banyak menonton film biru, guru les melampiaskannya kepada 4 bocah laki-laki yang merupakan anak didiknya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mengaku didorong rasa depresi, seorang guru les bernama Manaek Tua Parlindungan (40) nekat melakukan pencabulan terhadap empat bocah laki-laki.
Bekerja sebagai seorang guru les, aksi Manaek dilakukan di rumah kontrakannya di Cilincing, Jakarta Utara, yang mana tempat tersebut juga ia fungsikan sebagai perpustakaan umum untuk anak-anak belajar dan bermain.
Manaek mengaku, rasa depresi itu muncul seusai dirinya telah terlalu sering menonton film dewasa atau film porno.

Baca juga: Cabuli 4 Bocah Laki-laki, Guru Les di Cilincing Beri Korbannya Rp 50 Ribu Supaya Mau Diajak Lagi
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, selain bekerja sebagai guru les, pelaku juga melakukan kegiatan lain untuk memeroleh penghasilan tambahan, seperti memulung dan menjual barang-barang bekas.
Pelaku sebenarnya sudah berkeluarga namun telah berpisah dengan anak dan istrinya yang kini tinggal di Medan, Sumatera Utara.
"Dia hidup sebatangkara selama setahun Cilincing, Jakarta Utara," ucap Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi di kantornya, Senin (22/2/2021).
Manaek mengakui dirinya telah mencabuli empat bocah laki-laki yang merupakan anak didiknya.
"Saya depresi dan stres," kata Manaek singkat.
Pelaku merasa dirinya depresi akibat terlalu banyak menonton film dewasa.
Ia mengatakan, keempat korban tersebut diincar karena memiliki hubungan paling dekat dengannya.
"Saya sering menggunakan handphone menonton film porno. Saya mencabuli mereka karena mereka yang dekat dengan saya," kata Manaek.
Pemilik kontrakan pelaku, yakni Ida (47) tak menyangka Manaek tega melakukan aksi pencabulan tersebut.
Ida mengatakan, kesehariannya pelaku tak pernah bersikap aneh dan dikenal baik.
"Kaget saya waktu polisi tiba-tiba dateng, nyariin abang itu (MTP). Soalnya sehari-harinya sih baik ya," kata Ida.
Berdasarkan keterangan Ida, Manaek mengajari anak-anak warga setempat mulai dari pagi hingga siang.