Breaking News:

Vaksin Covid

Perawat Meninggal setelah 9 Hari Disuntik Vaksin lalu Terinveksi Covid-19, Tak Ada Penyakit Bawaan

Erny Kusuma Sukma Devi (33) seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, dinyatakan meninggal saat dirawat karena terinfeksi Covid

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dokter puskesmas menyiapkan vaksin Covid-19 produk Sinovac untuk disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Pelindung Hewan, Jalan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi Covid-19 kedua untuk tenaga kesehatan sudah mulai dilaksanakan secara bertahap, namun masih banyak tenaga kesehatan yang baru menjalani penyuntikan dosis pertama karena hambatan terkait database dan aplikasi. Terbaru, ilustrasi nakes di Singapura keliru menyuntikan vaksin Covid-19 5 dosis sekali 

TRIBUNWOW.COM - Erny Kusuma Sukma Devi (33) seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, dinyatakan meninggal saat dirawat karena terinfeksi Covid-19.

Erny dinyatakan positif Covid-19 pada hari kesembilan setelah disuntik vaksin Covid-19 pada 28 Januari 2021.

Setelah dirawat selama delapan hari, ia meninggal pada Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Seseorang Masih Bisa Terjangkit Virus Corona meski Sudah Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasannya

Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI.
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI. (Tribunnews/Jeprima)

Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyu Endah Woro Utami tak tahu dari mana perawat itu tertular Covid-19.

Sebab, di lingkungan kerja tak ada pegawai yang positif Covid-19.

Saat ditanya tentang kemungkinan Erny terinfeksi seusai menerima vaksin Covid-19, Woro menjelaskan, vaksin tersebut telah teruji dan aman digunakan.

"Vaksin kan memang berisi virus, tapi virus yang sudah dimatikan atau inactive," kata Woro saat dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Penderita Diabetes Perlu Dapat Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Woro mengaku, pihaknya telah melaporkan kronologi kematian Erny ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Segala analisis (asal infeksi dan penyebab kematian) kami kembalikan ke Pemerintah Provinsi," kata dia.

Selama dirawat, Erny dalam kondisi stabil dan tak memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

Tetapi, kondisi fisik Erny yang obesitas disebut menjadi salah satu faktor.

"Apapun ini (apakah karena vaksin atau infeksi Covid-19) karena kondisinya sangat individu (kasuistik/unik). Respons masing-masing individu terhadap vaksin atau Covid-19 (berbeda-beda). Kebetulan dia gemuk ya. Karena kalau gemuk risikonya berat," jelasnya.

Baca juga: Berikut Ini Pertanyaan Penting yang Biasanya Ditanyakan ke Lansia sebelum Divaksin Covid-19

Woro menjelaskan, kasus yang menimpa perawat Erny tak membuat surut keinginan tenaga medis di RSUD Ngudi Waluyo Blitar untuk menerima vaksin Covid-19 dosis kedua.

"Mereka (tenaga medis) paham betul harus divaksin. Dan kita tertinggi lho. Sekitar 90an persen nakes kita ikut vaksin. Bahkan yang di atas 60 tahun mereka siap divaksin," kata Woro.  

Kepala Mutu dan Pelayanan Medis RSUD Ngudi Waluyo dr Arif mengatakan, sebanyak 572 tenaga medis di rumah sakit itu disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaVaksinBlitarJawa Timur
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved