Kabar Ibu Kota
Pertanyakan Janji Gubernur DKI soal Banjir, Gembong: Mohon Maaf, Pak Anies Tidak Melakukan Apa-apa
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono beri komentas atas musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono beri komentas atas musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota.
Dilansir TribunWow.com, Gembong Warsono menyalahkan serta mempertanyakan janji dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, khususnya dalam penanganan banjir.
Ia mengatakan bahwa Anies pada masa kampanyenya sempat menjanjikan akan membuat suatu program sehingga banjir di Jakarta tidak akan menggenang lama.

Baca juga: Bandingkan Banjir 2017 dengan 2021 di Cipinang Melayu, Kini Lebih Parah daripada Awal Anies Memimpin
Baca juga: Khusus di Jakarta, Vaksinasi Covid-19 ke Lansia akan Dilakukan di Seluruh Kota, Ini Alasan Kemenkes
Namun menurutnya, hal itu tidak terbukti pada kasus banjir kali ini yang terjadi sejak Jumat (19/2/2021) hingga Sabtu (20/2/2021).
"Kita kaitkan dengan janji Pak Gubernur, sebetulnya beliau menjanjikan kepada warga Jakarta bahwa genangan selambat-lambatnya enam jam harus sudah surut," kata Gembong, dikutip dalam acara Kompas Petang, Jumat (19/2/2021).
Mengaku mewakili rakyat DKI Jakarta, Gembong mempertanyakan janji-janji dari Anies tersebut untuk bisa mengentaskan banjir.
Bahkan dirinya menyebut Anies tidak memiliki kontribusi dalam penanganan banjir di Jakarta selama memimpin tiga tahun.
"Tapi rakyat Jakarta mempertanyakan itu, kenapa? Karena memang tiga tahun Pak Anies memimpin Jakarta, mengelola pemerintahan DKI Jakarta, dalam konteks penanganan banjir memang mohon maaf, Pak Anies tidak melakukan apa-apa, ini menjadi persoalan," kata Gembong.
Lebih lanjut, Gembong juga masih meragukan dengan janji yang ditawarkan Anies untuk mengatasi banjir di Jakarta.
"Dan yang menjadi andalan Pak Anies untuk pengentasan banjir ini kan selalu Beliau katakan untuk membangun sumur-sumur resapan, drainase vertikal, karena sunnatullah-nya air dari atas dimasukkan ke dalam perut bumi," kata Gembong.
"Cuman pertanyaannya adalah, piye (bagaimana) caranya memasukkan ke dalam perut bumi itu," tanyanya.
Baca juga: Video Detik-detik Evakuasi Jenazah Pria Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir Jati Padang Jaksel
Baca juga: Daftar Titik Ruas Tol yang Terendam Banjir di Jabodetabek Pagi Ini, Arus Lalu Lintas Lumpuh
Ikut menanggapi pernyataan dari Gembong, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, S Andyka menyebut bahwa persoalan banjir di Jakarta memang bukan masalah yang mudah, bersama juga masalah kemacetan.
Hanya saja menurut S Andyka, khusus untuk masalah kemacetan sudah sedikit teratasi.
"Pak Gembong ini luar biasa. Jadi persoalan banjir dan persoalan kemacetan itu menjadi fokus pemerintah saat ini," ucap S Andyka.
"Alhamdulillah kemacetan sudah bisa lebih baik, bahkan sudah mendapatkan penghargaan dari dunia untuk transportasi," imbuhnya.