Breaking News:

Terkini Nasional

Bantah Megawati Zalimi SBY di Pilpres 2004, Deddy Sitorus Sebut SBY Sudah Ditanya dan Menolak Maju

Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus membantah adanya pernyataan yang menyebut Megawati Soekarnoputri menzalimi SBY pada Pilpres 2004.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne
Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus membantah adanya pernyataan yang menyebut Megawati Soekarnoputri menzalimi SBY pada Pilpres 2004. 

TRIBUNWOW.COM - Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus membantah adanya pernyataan yang menyebut Megawati Soekarnoputri menzalimi Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2004.

Dilansir TribunWow.com, Deddy Sitorus menyebut bahwa Megawati pada saat itu justru sudah menawari atau menanyakan perihal maju atau tidaknya di Pilpres 2004.

Seperti yang diketahui, SBY sendiri merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada masa Presiden Megawati.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki dendam pada Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudyoyono (SBY) beserta anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kolase Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mantan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudyoyono (SBY). (Tribunnews.com)

Baca juga: Persoalkan Pernyataan Marzuki Alie soal Megawati, Herzaky Sebut Sudah 5 Tahun Tak Aktif di Demokrat

Baca juga: Sempat Kirimi Surat Jokowi soal Kudeta Demokrat, AHY Berubah Pikiran: Bapak Presiden Tak Tahu-menahu

Selain SBY, menurut Deddy Sitorus, Megawati juga menanyakan kepada para menteri yang lain, khususnya yang juga menjabat sebagai ketua umum partai.

"Ya karena sejak 2004 hingga hari ini saya kira semua masyarakat tahu bahwa Ibu Mega (dinilai) tidak pernah move on soal Pemilu 2004," ujar Deddy Sitorus.

"Padahal persoalannya tidak seperti itu," bantahnya.

"Perlu saya beritahu bahwa waktu Ibu Mega menjadi presiden dan memasuki Pemilu 2004, hampir seluruh menteri yang juga ketua umum parpol ditanya oleh Ibu Mega, mau maju tidak," ungkapnya.

Atas dasar itu, Deddy Sitorus menyebut bahwa Megawati justru sangat fair dan terbuka.

Dirinya menegaskan tidak ada niatan dari Megawati untuk menghalangi menterinya yang ingin maju di Pilpres 2004, termasuk kepada SBY.

Hanya saja SBY disebutnya saat ditanya mengaku tidak akan maju di Pilpres 2004.

"Orang seperti Pak Hamzah Haz waktu itu bilang 'saya maju buk', 'tidak masalah'. Pak Yusril dari PBB juga mau maju, 'tidak masalah'."

"Dan Pak SBY pada waktu itu ditanya oleh Ibu Mega, tidak," jelas Deddy Sitorus.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Jokowi Takut SBY dan JK terkait UU ITE, Ade Armando: Luar Biasa Mengejutkan

Meski begitu, Deddy Sitorus menyadari bahwa yang ditangkap oleh publik justru sebaliknya, karena Megawati terkesan menzalimi SBY.

Ia menambahkan, hal itu diperkuat dengan pernyataan dari almarhum Taufiq Kiemas.

"Kemudian terjadi sesuatu tsunami politik, di mana ketika itu Pak SBY mencitrakan diri sebagai seorang yang dizalimi dengan pernyataan almarhum Bapak Taufiq Kiemas soal jenderal anak-anak," ucap dia.

"Sejak itu Ibu Mega dibully sebagai orang yang tidak ridho, tidak iklas. Jadi sekarang kita jadi terbuka," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 1.00

Herzaky Persoalkan Pernyataan Marzuki Alie soal Megawati

Pernyataan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie berbuntut panjang.

Marzuki Alie sebelumnya menyebut bahwa Ketua Umum PDI perjuangan, Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004.

Pernyataan dari Marzuki Alie lantas memanaskan kembali hubungan antara PDIP dengan Demokrat, ataupun antara Megawati dengan SBY.

Baca juga: Isu Kudeta Partai Demokrat, Ruhut Desak AHY Minta Maaf ke Presiden Jokowi: Sudah Lempar Bola Panas

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mempersolakan sikap dan pernyataan dari Marzuki Alie tersebut.

Menurutnya, tidak sepantasnya Marzuki Alie memberikan pengakuan yang tidak bisa dikonfirmasi oleh Partai Demokrat itu sendiri.

Dirinya juga mempertanyakan status Marzuki Alie yang mengaku sebagai kader Demokrat namun malah seakan mengadu domba.

"Ini menjadi lucu karena ini kan pernyataan Pak Marzuki Alie. Kemudian pada saat kami sampaikan 'Pak jangan mengadu domba dong antara Pak SBY dengan Ibu Mega'," ujar Herzaky, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Jumat (19/2/2021).

"Kemudian beliau tadi pagi baru ada statement 'ya ini kan urusan saya dengan Pak SBY, seharusnya yang lain jangan ikut-ikutan'," ucapnya menirukan ucapan dari Marzuki Alie.

Menurutnya, jawaban dari Marzuki Alie tidak bisa diterima.

Dirinya meminta kepada Marzuki Alie untuk bisa langsung membicarakan kepada SBY jika memang memiliki persoalan, bukan malah menebar tudingan-tudingan ke publik.

"Lho kok urusannya beliau dengan Pak SBY kenapa enggak langsung bertanya dengan Pak SBY, itu satu," kata Herzaky.

"Yang kedua katanya adalah bahwa 'saya ini marah soalnya tidak ditanggapi oleh Partai Demokrat jadi saya cari perhatian'. Ini maksutnya apa."

Baca juga: Jokowi Minta Warga Mengritik, Politisi Demokrat Herzaky Mahendra Cerita Soeharto saat Ditinggalkan

Lebih lanjut, Herzaky meminta kepada Marzuki Alie untuk bijak dalam bersikap dan berucap jika masih sebagai kader Demokrat.

Bahkan menurutnya, Marzuki Alie sendiri sejauh ini sudah tidak aktif di Demokrat selama 5 tahun terakhir.

"Kalau kami ya sudah lah Pak, Pak Marzuki Alie kami juga sangat menghargai, dulu pernah menjadi kader kami dan banyak yang sudah diperbuat," pinta Herzaky.

"Kami belum tahu karena sudah 5 tahun enggak ada keaktifan," imbuhnya.

"Tolonglah Bapak kalau memang masih kader, istilahnya cinta kepada Partai Demokrat, tunjukanlah kecintaannya itu dengan keseriusan bukan malah sibuk koar sana koar sini yang kita tidak bisa verifikasi data dan faktanya," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Megawati SoekarnoputriSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)SBYDeddy SitorusPilpres 2004
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved