Breaking News:

Terkini Daerah

Sudah Bersimbah Darah, Pria Ini Sempat Kabur seusai Potong Kelaminnya Sendiri, Begini Kondisinya

Warga Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dihebohkan dengan tindakan nekat seorang pria berinisial S (21).

Istimewa via TribunJabar.id
Pemuda di Cianjur Nekat Potong Alat Vital Sendiri Sampai Putus. 

TRIBUNWOW.COM - Warga Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dihebohkan dengan tindakan nekat seorang pria berinisial S (21).

Dilansir TribunWow.com, S nekat memotong alat kelaminnya sendiri hingga putus.

Ternyata, S sempat kabur dari rumah seusai memotong alat vitalnya.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua BPD Desa Bunikasih, Solah.

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi seorang pria di Cianjur potong kelaminnya sendiri karena gangguan jiwa. (Kompas.com)

Baca juga: Nasib Remaja NTT Bunuh Pria yang Ingin Memerkosanya di Hutan, Kini Malah Jadi Tersangka

Baca juga: Terbongkar Motif Pembunuhan Ibu dan Anak yang Jasadnya di Kolong Tempat Tidur, Ternyata karena Utang

Menurut Solah, seusai memotong alat vital pada Selasa (16/2/2021), S kabur dari rumah dalam kondisi berlumuran darah.

"Jadi malam itu pemuda ini sempat kabur dari rumah dengan kondisi berdarah-darah. Keluarga langsung mencari dan mengejar," kata Solah, Kamis (18/2/2021).

Setelah dicari, S ternyata melarikan diri ke desa sebelah.

Keluarga pun langsung membawa S pulang ke rumah untuk mencegahnya berbuat onar dan mengamuk.

"Saya mengecek ke rumahnya setelah mendengar kabar itu. Saya dapati ia memang sudah terluka," jelas Solah.

"Kami semua membawanya ke rumah sakit dengan ambulans."

Sebelum memotong alat vitalnya, S disebutnya memang kerap menyendiri.

Baca juga: Pasangan Irwansyah dan Zaskia Sungkar Gelar 7 Bulanan Kehamilan, Ungkap Jenis Kelamin Anak

Baca juga: Dilecehkan Ayahnya yang Merupakan Mantan Anggota DPRD NTB, Korban Alami Luka Robek di Kelamin

Bahkan, tak jarang S mengurung diri di kamar.

Menurut Solah, S memang mengalami gangguan jiwa beberapa bulan belakangan ini.

"Kalau berpakaian sehari-hari sih masih rapi, hanya ia terganggu saja kejiwaannya karena sering melamun," tambahnya.

Setelah pulang ke rumah, S sempat dilarikan ke RSUD Cianjur.

Namun, sesampainya di sana pihak rumah sakit mengaku tak punya ruangan untuk merawat orang gangguan jiwa.

Akhirnya, S dirujuk ke sebuah rumah sakit di Bandung.

"Pihak RSUD menyebut, tidak ada ruangan untuk orang gangguan jiwa."

"Karena tidak ada biaya untuk berobat ke Bandung, S akhirnya dibawa pulang."

Kondisi Korban

selama ini, S dikenal sebagai pria pendiam dan kerap mengurung diri di kamar.

Sang sepupu, Junaedi (29), menyebut beberapa hari sebelum kejadian korban sering melamun seorang diri.

Namun, keluarga tak menyangka S bakal melakukan tindakan senekat itu.

Baca juga: Buaya yang Tewaskan Bocah 8 Tahun di Kalimantan Utara Akhirnya Ditangkap Ramai-ramai dan Dibunuh

Baca juga: Detik-detik 3 Anggota KKB Tewas saat Serang Aparat, sempat Ikut Tantang TNI-Polri Perang Terbuka

Tak hanya itu, menurut Junaedi, S tak pernah menceritakan kondisi dan isi hatinya pada keluarga.

"Tapi ia tidak pernah mengatakan keinginannya," ucap Junaedi, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (18/2/2021).

Setelah memotong alat vital, S disebutnya kini hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Tangan S juga terpaksa diikat karena sering mengamuk tanpa alasan yang jelas.

"Tadi juga pas ikatanya dilepas ngamuk, jadi terpaksa kita mengikatnya lagi," kata Junaedi.

Sementara itu, Kepala Desa Bunikasih, Memed, menyebut S memang mengalami gangguan jiwa sejak beberapa bulan belakangan.

Baca juga: Baru Sebulan Nikah, Pengantin Baru Tewas saat Mobil yang Dikendarai Terjun ke Sungai, Suami Selamat

Baca juga: Fakta Wanita Tewas seusai 20 Menit Berhubungan Badan dengan Selingkuhan, Diduga Serangan Jantung

Namun, ia tak tahu penyebab S tiba-tiba mengalami gangguan jiwa dan sering mengurung diri.

“Dia mengalami gangguan jiwa tapi tidak dari lahir," jelas Memed, Kamis (18/2/2021).

Menurut Memed, seusai kejadian, korban sempat dilarikan ke RSUD Cianjur.

Namun karena keterbatasan ruangan, RSUD lantas merujuk korban ke sebuah rumah sakit di Bandung.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit di Bandung, korban justru dibawa pulang oleh keluarga.

Keterbatasan biaya menjadi alasan utama.

"Karena tidak ada biaya untuk sementara korban dibawa pulang ke rumah, saat ini kami pihak pemerintah desa sedang mengupayakan untuk biaya berobat korban di Bandung," ucap Memed.

Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Ketua BPD Bunikasih, H Solah.

Di RSUD Cianjur, ia mengaku sempat berdebat dengan seorang karyawan.

"Pihak RSUD menyebut, tidak ada ruangan untuk orang gangguan jiwa," tutur Solah, Kamis (18/2/2021). (TribunWow.com)

Tags:
PriaAlat KelaminCianjurJawa Barat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved