Breaking News:

Terkini Daerah

Sopir Mobil yang Nyasar di Hutan Gunung Putri Dengar Suara Polisi Cepek, Jalanan Sepi Terasa Ramai

Sopir mobil mobil Toyota Avanza Enjang Emron (49) mengungkapkan kejadian aneh yang dialaminya saat tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Capture YouTube TvOne
Kolase foto evakuasi mobil Toyota Avanza yang tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Sopir mobil mobil Toyota Avanza Enjang Emron (49) mengungkapkan kejadian aneh yang dialaminya saat tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, Jawa Barat pada Jumat (12/2/2021).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Rabu (17/2/2021).

Diketahui Enjang dan tujuh penumpang mobil lainnya sedang dalam perjalanan pulang dari Cirebon menuju arah Tasikmalaya.

Sopir mobil Toyota Avanza  Enjang Emron (49) mengungkapkan kejadian aneh yang dialaminya saat tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, dalam Kabar Petang, Rabu (17/2/2021).
Sopir mobil Toyota Avanza Enjang Emron (49) mengungkapkan kejadian aneh yang dialaminya saat tersesat di hutan Gunung Putri, Majalengka, dalam Kabar Petang, Rabu (17/2/2021). (Capture YouTube TvOne)

Baca juga: Kesaksian Sopir Mobil Tersesat di Hutan Gunung Putri: Dengar Suara, 5 KM Tak Sadar Jalan di Tanah

Selepas magrib Enjang mengambil jalan yang salah, bahkan tanpa sadar mulai masuk hutan sejauh 8 kilometer.

Enjang mengaku mobilnya sudah melintas beberapa kilometer sebelum akhirnya menyadari tidak lagi berjalan di atas aspal, melainkan jalan tanah.

Ia menyebut saat itu sama sekali tidak ada kendaraan atau orang lain yang melintas.

"Enggak ada, tapi suasana terasa ramai. Enggak ada sama sekali (yang lewat)," ungkap Enjang Emron.

Meskipun tidak ada yang melintas, Enjang merasa suasana sekitar jalan ramai bahkan terasa seperti di jalan raya.

Ia mengaku mendengar suara orang memanggil dari arah jalan yang salah tersebut.

Menurut Enjang, suaranya terdengar seperti polisi cepek, yakni orang yang membantu mengarahkan lalu lintas di jalan dengan imbalan seikhlasnya.

"Bahkan ada yang manggil-manggil, 'Hoi, hoi'. Kayak polisi cepek, 'Hoi, sini'," tutur Enjang.

Enjang menyebut rombongannya tersesat sampai pukul 01.00 dini hari.

Baca juga: Kondisi Terkini Pilot Athira Farina yang Kecelakaan di Bali, Mobil Terbakar hingga Positif Covid-19

Setelah menyusuri jalan sampai 8 kilometer, Enjang berhenti.

"Saya habis parkir, ban gembos. Saya mau ganti, dongkraknya macet," katanya.

Saat itu hujan rintik-rintik mulai turun.

"Pas hujan besar, saya masuk lagi ke dalam mobil. Setelah itu datanglah longsor dari atas ke bawah," ungkap Enjang.

"Jadi akses jalan ke situ ketutup," jelas dia.

Akhirnya seorang teman Enjang yang memiliki kenalan relawan.

Ia meminta bantuan ke Tim SAR dan kepolisian setempat untuk mengevakuasi mobilnya.

Lihat videonya mulai menit 4.00:

Kronologi Mobil Terjerumus ke Hutan

Asep Saepul Rohman, Kepala Dusun I Desa Manis, membenarkan adanya kejadian itu.

Menurut Asep, sang sopir yang bernama Enjang Emron (49), mengalami kejadian aneh sebelum tersesat ke dalam hutan.

Baca juga: 20 Tukang Parkir Ancam Satu Keluarga yang Berada di Dalam Mobil karena Foto Halaman Depan Kafe

Baca juga: Cerita Keluarga yang Mobilnya Tertahan di Pintu Tol hingga Harus Bayar Denda Dua Kali Jarak Terjauh

Asep mengatakan, sang sopir melihat jalan yang indah dengan banyak lampu.

"Di depannya ia melihat jurang. Akhirnya ia belok kiri, sebab jalan tersebut bagus dan banyak lampu-lampu," ujar Asep, dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Asep menambahkan, sebenarnya jurang yang dilihat sopir itu adalah jalan alternatif menuju Tasikmalaya.

Sejak awal, jalan itulah yang dituju mobil Avanza bermuatan tujuh orang tersebut.

"Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya," ucap Asep.

"Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak-semak dan penuh batu."

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di lokasi kejadian.

Baca juga: Bakal Punya Lift untuk Mobil di Basement Istana Andara, Raffi Ahmad: Mahal Guys, Pusing

Baca juga: Acungkan Pedang, Pria Ini Ngamuk Tak Terima Ibunya Dimakamkan Sesuai Prokes, Ancam Bakar Mobil

Karena itu, Asep mengimbau para pengendara yang melewati jalur tersebut untuk lebih berhati-hati.

"Intinya harus banyak-banyakin doa lah (istighfar). Kalau misalnya mesin rem sudah panas, masih mending perjalanan dihentikan dan juga hati-hati," tambahnya.

Lebih lanjut, Asep menyebut mobil itu tak menggunakan peta saat berkendara.

Sebelum tersesat, rombongan keluarga ini sempat beristirahat di lokasi kejadian untuk menjalankan salat Magrib.

"Ia berhenti sebentar untuk shalat maghrib. Akhirnya ia berangkat lagi dan tidak menggunakan Google Maps," ujar Asep.

"Ia berangkat lagi sekitar pukul 19.00 WIB."

Menurut dia, mobil Avanza itu tersesat selama tiga jam.

Mulanya, rombongan keluarga tersebut berangkat dari Cirebon, Jumat (12/2/2021) siang.

Kemudian, rombongan yang terdiri atas enam orang dewasa dan satu balita itu berhenti sejenak sebeum melintar di Gunung Putri.

"Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya," kata Asep.

"Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak-semak dan penuh batu."

Mobil berisi tujuh orang itu menyadari tersesat setelah ban bocor.

Saat itu, sang sopir yang memeriksa kondisi ban menyadari bahwa mereka terseat di hutan Gunung Putri.

"Akhirnya sang sopir mengabari temannya yang ada di Majalengka dan sekitarnya kalau ia tersesat," ucapnya.

"Beruntung warga mengetahui, akhirnya berhasil dievakuasi." (TribunWow.com/Brigitta/Tami)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
MajalengkaPolisiHutanJawa BaratTasikmalaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved