Terkini Nasional
Mahfud MD Diminta Klarifikasi, Benarkah Istana di Balik Laporan GAR ITB soal Din Syamsuddin?
Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi pelaporan atas mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Anwar menilai tuduhan yang dilontarkan GAR Alumni ITB tidak benar.

Ia mengimbau organisasi tersebut dapat segera mencabut laporannya terhadap Din Samsyuddin.
"Kalau menurut saya, karena tuntutan atau tuduhan mereka itu tidak benar, mestinya mereka secara gentle mencabut sendiri saja tanpa disuruh tanpa diminta, kalau menurut saya," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Anwar menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Mahfud menegaskan tidak akan memproses hukum Din Syamsyuddin.
Din Syamsyuddin hanya dinilai sebagai tokoh yang menyuarakan pendapat kritis.
"Apalagi Menko Polhukam sudah tampak jelas sikapnya," singgung Anwar Abbas.
Baca juga: Laporkan Din Syamsuddin, GAR ITB Beberkan Bukti Sentimen Agama: Terkait Penusukan Syekh Ali Jaber
Ia menganggap justru laporan GAR Alumni ITB yang menimbulkan kegaduhan.
"Oleh karena itu, bagi saya kelompok ini menurut saya salah satu kelompok yang membuat gaduh di negeri ini," komentar Anwar.
"Kita butuh ketenteraman dan kedamaian," tegasnya.
Anwar menambahkan, dirinya meminta GAR Alumni ITB dapat bersikap bijak terhadap laporannya pada 10 November 2020 lalu.
Apalagi kasus ini telah menarik perhatian banyak pihak.
"Oleh karena itu, menurut saya, saya hanya mengimbau kepada kelompok ini supaya bersikap arif, bijaksana, dan tahu apa yang harus dilakukan setelah dapat reaksi besar dari berbagai elemen masyarakat," ucap mantan Sekjen MUI ini. (TribunWow.com/Brigitta)