Breaking News:

Terkini Nasional

Din Syamsuddin Dituduh Berpolitik, Refly Harun Minta GAR ITB Korek Kampusnya Sendiri: Lihat Dosennya

Pakar hukum tata negara Refly Harun menanggapi laporan GAR Alumni ITB terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMPAS.com/Andi Hartik
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Jumat (3/8/2018). Terbaru, GAR Alumni ITB melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. 

Politik formal hanya terbatas pada ketika seseorang mengajukan diri sebagai pejabat publik, terlibat dalam keanggotaan partai, maju sebagai dewan perwakilan, serta menjadi tim sukses kampanye.

Di sisi lain, politik secara material bisa dilakukan siapa saja.

Sebagai contoh, orang yang mengkritik pemerintahan atau mendeklarasikan organisasi dalam disebut berpolitik secara material.

Lihat videonya mulai menit 13.40:

GAR ITB Beberkan Bukti Din Syamsuddin Punya Sentimen Agama

Juru bicara Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Insitut Teknologi Bandung (ITB) Shinta Madesari mengungkapkan bukti laporannya terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas Petang, Sabtu (13/2/2021).

Din Syamsuddin dilaporkan dengan 6 poin tuduhan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Din Syamsuddin Dituding Radikal, Ketua PP Muhammadiyah Beri Pembelaan dan Sebut Bukan Tokoh Oposisi

Termasuk di antaranya, poin keenam menyebutkan "Din Syamsuddin dinilai melontarkan fitnah dan eksploitasi sentimen agama".

Menurut Shinta, laporan GAR ITB sudah menyertakan tautan yang menunjukkan bukti perbuatan terlapor.

"Nomor 6 yang (menyebutkan Din Syamsuddin) melontarkan fitnah, (terjadi saat terlapor) merespons terkait penganiayaan fisik yang dialami oleh Ustaz Syekh Ali Jaber," papar Shinta Madesari.

Syekh Ali Jaber menjelaskan kronologi penusukan dirinya, dalam YouTube Kompastv, Senin (14/9/2020).
Syekh Ali Jaber menjelaskan kronologi penusukan dirinya, dalam YouTube Kompastv, Senin (14/9/2020). (YouTube Kompastv)

Diketahui, mendiang Syekh Ali Jaber pernah mengalami penikaman oleh orang tak dikenal saat bertausiah di sebuah masjid di Kota Bandar Lampung pada 13 September 2020 sore.

Akibat tusukan itu, Ali Jaber mengalami luka di bagian kanannya.

Merespons kejadian tersebut, Din Syamsuddin menyebut penganiayaan yang terjadi adalah kriminalisasi ulama.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Din SyamsuddinITBRefly HarunInstitut Teknologi Bandung (ITB)MuhammadiyahDosen
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved