Breaking News:

Otomotif

Kisaran Harga MPV Murah setelah Insentif Pajak 0 Persen, Avanza Rp 180 Juta, Xenia Rp 177 Juta

Pemerintah memberikan insentif pajak 0 persen untuk penjualan mobil dan motor baru. Rencananya insentif PPnBM akan dimulai Maret-November 2021.

Kompas.com/Setyo Adi
New Avanza dan New Veloz resmi meluncur Selasa (15/1/2019). Terbaru, Pemerintah memberikan insentif pajak 0 persen untuk penjualan mobil dan motor baru. Rencananya insentif PPnBM akan dimulai Maret-November 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah bakal memberikan insentif pajak 0 persen untuk penjualan mobil dan motor baru.

Rencananya insentif PPnBM akan dimulai Maret-November 2021.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Kamis (11/2/2021).

ILUSTRASI - Daihatsu Grand New Xenia fascia depan
ILUSTRASI - Daihatsu Grand New Xenia fascia depan (Muhammad Ermiel Zulfikar/GridOto.com)

Baca juga: Estimasi Harga SUV setelah Insentif Pajak 0 Persen, Xpander Cross Paling Tinggi Rp 269 Juta, Terios?

Airlangga mengatakan insentif Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) diberikan kepada mobil dengan kriteria tertentu.

Dijelaskan, relaksasi akan diberikan kepada mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc yang diproduksi di dalam negeri.

Dengan begitu, harga mobil mobil penumpang kurang dari 1.500 cc rakitan lokal atau berstatus completely knocked down (CKD) di Indonesia, dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi diprediksi akan mengalami penurunan harga hingga puluhan juta rupiah.

“Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat,” ujar Airlangga.

Baca juga: Budayawan Prie GS Meninggal Dunia, sang Putra Ungkap Pesan Terakhir: Anak-anakku, Bapak Minta Maaf

“Meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” katanya.

Di segmen MPV murah, hampir semua kontestan akan mendapat relaksasi yang dimaksud.

Misalnya Toyota Avanza yang saat ini dihargai mulai Rp 200,2 juta (tipe 1.3 E STD M/T) sampai Rp 231,250 juta (tipe 1.3 G A/T).

Dengan PPnBM Avanza sebesar 10 persen dan harga tipe terendah sebesar Rp 200,2 juta, artinya mobil tersebut dikenakan PPnBM Rp 20,020 juta.

Baca juga: Wanita Penghibur Tewas di Lemari Kamar Hotel, Tubuh Penuh Luka Lebam dengan Posisi Kaki ke Atas

Sebetulnya ini hitungan kasar semata agar terlihat lebih mudah dianalogikan oleh konsumen.

Pasalnya, PPnBM dikenakan pada harga mobil dengan status off-the road.

Sedangkan, harga yang ditawarkan model kepada konsumen sudah terbebani lagi dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dikenakan pemerintah daerah yang nilainya berbeda-beda tiap provinsi di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved