Terkini Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Aktif Mengkritik, Hendri Satrio: Pemerintah Mau Mendengarkan atau Tidak?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat Indonesia untuk lebih aktif dalam memberikan kritik terhadap pemerintah.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat Indonesia untuk lebih aktif dalam memberikan kritik terhadap pemerintah.
Menaggapi hal itu, Pengamat Politik Hendri Satrio mengaku memiliki tiga pandangannya.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Rabu (10/2/2021), Hendri Satrio mulanya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas langkah dari Jokowi tersebut.

Baca juga: Debat dengan YLBHI dan Disebut Tak Mau Terima Masukan, Fadjroel: Salah Baca Anda, Baca Baik-baik
Baca juga: Ade Armando Sebut Jokowi Tak Baperan saat Dikritik, Singgung Rocky Gerung hingga Refly Harun
Meski begitu, harapannya, pernyataan dari Jokowi yang disampaikan dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2/2021), itu bukan hanya sebatas ucapan.
Untuk membuktikan, Hendri Satrio meminta kepada Jokowi untuk ada tindak lanjutnya.
"Harusnya niat baik ini bisa ditindaklanjuti dengan misalnya inisiatif pemerintah untuk merevisi Undang-undang ITE," ujar Hendri Satrio.
Selain dari pemerintah, Hendri Satrio menyebut tindak lanjut juga perlu dilakukan dari aparat penegak hukum.
Menurutnya, hal itu tentu melihat perlakuan pihak kepolisian dalam menyikapi para pengkritik.
"Kedua adalah bagaimana niat baik pemerintah ini juga bisa ditindaklanjuti oleh aparat hukum," kata Hendri Satrio.
"Ini sebuah momentum bagus bagi Pak Kapolri untuk membuktikan kepada Presiden Jokowi bahwa dia bisa menjalankan amanah dari presiden untuk mengundang sebanyak-banyaknya kritik kepada pemerintah dan tetap menjaga kebebasan berpendapat," jelasnya.
Baca juga: Demokrat Minta Aparatur Sinkron soal Keinginan Jokowi untuk Dikritik: Buzzer-buzzer Sangat Reaktif
Lebih lanjut, terlepas dari keduanya, Hendri Satrio menilai kuncinya kembali pada pemerintah.
Menurutnya, percuma ketika di satu sisi membolehkan atau meminta masyarakat memberikan kritik, tapi di sisi lain justru mengabaikan kritik tersebut.
"Ada satu kuncinya, pemerintah mau mendengarkan kritik itu atau tidak?" ungkapnya.
"Jadi jangan kemudian mengundang kritik, tapi tidak mau mendengarkan kritik itu. Percuma kalau kemudian mengundang kritik, tapi tidak mau mendengarkan."
"Mudah-mudahan saja niat baik itu bisa terwujud," pungkasnya.