Breaking News:

Terkini Nasional

Alasan KNPI Tak Cabut Laporan Abu Janda meski Pigai Minta Damai, Singgung Elit Politik Terlibat

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rischa Lubis menegaskan pihaknya tidak akan mencabut laporan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Kolase (YouTube Kompastv) dan (YouTube Refly Harun)
Pegiat sosial Permadi Arya alias Abu Janda (kanan) dipolisikan atas kasus dugaan ujaran rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (kiri). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Bidang Hukum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Medya Rischa Lubis menegaskan pihaknya tidak akan mencabut laporan terhadap pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Dilansir TribunWow.com, diketahui Abu Janda diduga membuat ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terhadap Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Setelah lama enggan mengomentari kasus Abu Janda terhadap dirinya, Natalius Pigai akhirnya menemui pria tersebut.

Natalius Pigai, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Sufmi Dasco Ahmad bertemu di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (8/2/2021).
Natalius Pigai, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Sufmi Dasco Ahmad bertemu di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (8/2/2021). (Capture Twitter @nataliuspigai2)

Baca juga: Akui Cuitan Abu Janda Rasis, Natalius Pigai Tetap Bela Permadi Arya di Hadapan Hukum, Ini Katanya

Pigai juga menegaskan dirinya tidak merasa ujaran Abu Janda harus dipolisikan.

Walaupun begitu, KNPI bersikukuh tidak mencabut laporannya, mengingat baru-baru ini Abu Janda melakukan safari ke sejumlah organisasi masyarakat (ormas) berbasis agama.

"Belum terpikir bagi KNPI untuk mencabut laporan itu karena safari dia, Abu Janda, ini muter ke pemuda Islam, ke ormas Islam, termasuk ke Pigai juga, ya itu silakan saja," kata Medya Rischa Lubis, dikutip dari Kompas.com, Selasa (9/2/2021).

Medya mempersilakan Abu Janda menemui siapapun, termasuk korban ujaran kebenciannya, Pigai.

Namun Medya menilai proses hukum harus terus berjalan.

Tidak hanya itu, alasan lainnya adalah ujaran Abu Janda dinilai telah menyinggung masyarakat Papua yang bernaung di bawah KNPI.

"Sejak awal kami tegaskan, itu bukan persoalan Pigai pribadi, tapi atas nama bangsa, jadi tujuannya untuk persatuan, itu saja yang perlu digarisbawahi," tegas Medya.

Mengenai pertemuan Abu Janda dan Natalius Pigai, Medya menilai tidak ada sangkut-pautnya dengan proses hukum.

"Artinya begini, itu kan pertemuan yang kita sama-sama tahu difasilitasi sama elit politik, sedangkan elit politik di dalam struktur hukum kita apalagi dalam penyidikan ini 'kan out of context," terangnya.

Baca juga: Natalius Pigai Ungkap Berhak Tuntut Jokowi Jabatan Menteri seusai Pilpres: Saya Beri Kemenangan

Diketahui pertemuan itu diinisiasi anggota DPR periode 2019-2024 fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam keterangannya, Pigai mengaku tidak bermasalah dengan Abu Janda.

Alasan itu membuatnya menerima permintaan bertemu oleh Abu Janda.

"Pertimbangannya kenapa? Pak Abu Janda adalah salah satu pekerja media sosial yang membantu pemerintah," kata Natalius Pigai, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (9/2/2021).

"Saya melihat kontennya tidak mungkin dari warga biasa, pasti bersumber orang-orang yang berkuasa," lanjutnya.

Selain itu, Pigai menekankan bukan dirinya yang melaporkan Abu Janda.

Ia sendiri mengakui cuitan Abu Janda bermuatan rasis, tetapi ujaran itu hanya dianggapnya sebagai pertanyaan saja.

Maka dari itu, ia menilai tidak perlu memperpanjang masalah sampai ke ranah hukum.

"Pertama, saya bukan pelapornya. Kedua dengan akal sehat saya melihat konten Abu Janda mengandung unsur rasis, tetapi dia bertanya, jadi sedikit agak janggal dalam proses hukum, karena dia mempertanyakan," jelas Pigai.

Pigai Tak Ingin Melaporkan Orang yang Menghinanya, Bahkan jika Rasis

Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai mengaku tidak pernah ingin melaporkan hinaan maupun ujaran rasis kepada dirinya.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (4/2/2021).

Diketahui sebelumnya Pigai menjadi korban ujaran berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dari pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Baca juga: Awalnya Bungkam, Ini Tanggapan Pertama Natalius Pigai ke Abu Janda: Cara Berpikirnya Belum Sampai

Abu Janda kemudian dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Menanggapi kasus yang masih berjalan, Pigai mengaku tidak ingin mempermasalahkan ujaran Abu Janda sampai membawanya ke arah hukum.

"Kalau ditanya tentang persoalan rasisme kemudian dilaporkan, saya bukan orang yang punya hubungan hukum," ungkap Natalius Pigai.

"Dalam hidup saya itu tidak boleh pernah melaporkan siapapun yang kritik kepada saya, sekalipun rasis, sekalipun body shaming," lanjutnya.

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara tentang kronologi konfliknya dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, Kamis (4/2/2021).
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara tentang kronologi konfliknya dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, Kamis (4/2/2021). (Capture YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Meskipun begitu, Pigai menambahkan, dirinya tidak dapat menerima hinaan jika berkaita dengan fisik.

"Asal jangan fisik. Kalau fisik, itu bisa rusak," tegas dia.

Dalam tayangan yang sama, sebelumnya mantan anggota DPR RI Akbar Faizal memuji sikap Pigai yang tidak ambil pusing terkait Abu Janda.

Baca juga: Natalius Pigai Ungkap Kronologi Cuit Hendropriyono hingga Dibalas Abu Janda, Mulanya terkait FPI

"Untung juga, saya memuji kawan saya ini, untung reaksimu juga enggak berlebihan. Itu poin bagi saya," komentar Akbar Faizal.

Walaupun begitu, ia menyoroti perlakuan Abu Janda yang diduga berbau rasis itu harus menjadi pelajaran agar tidak terus berulang, terutama terhadap masyarakat rentan.

"Tetapi lagi-lagi yang kita perdebatkan ini bagaimana mengedukasi publik, termasuk hal-hal yang seperti ini. Menurut saya ini berlebihan," singgung Faizal.

Faizal lalu menanyakan pendapat Pigai tentang kasus Abu Janda yang masih diproses.

"Menurutmu kalau misalnya kasus ini berlanjut, aduan orang terhadap Abu Janda berjalan, apa yang harus kaulakukan?" tanya Faizal.

"Kalau hukum, jalan saja," jawab Pigai.

"Setiap perkataan saya selalu terukur dari sisi pidana, silakan dalami. Orangnya tidak saya sebut," tegasnya. (TribunWow.com/Brigitta)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)Abu JandaNatalius PigaiTwitterPermadi Arya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved