Breaking News:

Terkini Nasional

Akui Cuitan Abu Janda Rasis, Natalius Pigai Tetap Bela Permadi Arya di Hadapan Hukum, Ini Katanya

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai akhirnya bertemu dengan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Capture Twitter @nataliuspigai2
Natalius Pigai, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Sufmi Dasco Ahmad bertemu di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (8/2/2021). 

Diketahui cuitan kontroversi Abu Janda dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) terhadap Pigai.

Baca juga: Gus Miftah Ungkap Reaksi Abu Janda saat Dicereweti soal Cuitannya: Bedanya kalau Saya Dipikir Dulu

Abu Janda mempertanyakan apakah Pigai sudah "selesai berevolusi" yang dinilai bermuatan rasialisme.

Natalius Pigai lalu menjelaskan alasan dirinya tidak mengomentari balik cuitan Abu Janda.

"Saya juga baca bukunya Vladimir Zhirinovsky di Rusia. Buku ini penting, karena dia adalah seorang Ketua Partai Demokrat Liberal Rusia," ungkap Natalius Pigai.

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara tentang kronologi konfliknya dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, Kamis (4/2/2021).
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara tentang kronologi konfliknya dengan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda, Kamis (4/2/2021). (Capture YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Diketahui Zhirinovsky adalah politikus Rusia yang populer dengan sikap nasionalis, anti-Barat, dan bergaya sering mengkonfrontasi.

Zhirinovsky kerap dipandang orang Barat sebagai fasis.

"Lalu pernah menjadi Wakil Ketua Duma, lalu dia adalah anggota KGB. Dia pernah bikin pernyataan yang sangat kontroversial dan hampir hubungan terganggu antara Rusia, Amerika, dan negara-negara Afrika," papar Pigai.

"Pernyataannya, 'Negara-negara Afrika kulit hitam itu evolusinya belum selesai'," ungkapnya.

Pigai lalu mengaitkan hal itu dengan cuitan Abu Janda.

Baca juga: Cuitan Abu Janda Merembet ke Seluruh Twitter, Peneliti Medsos: Netizen Ada Dendam Lama yang Keluar

Ia mengaku tidak terkejut disebut "belum selesai berevolusi", karena sudah pernah membaca pernyataan serupa.

"Jadi ketika saya baca twit ini, saya sudah tahu karena Vladimir Zhirinovsky punya buku," kata Pigai.

"Ketika kita membaca gerakan dan perjalanannya ini adalah strategi intelijen," tambah dia.

Pigai mengaku dirinya lebih memilih mengabaikan cuitan Abu Janda.

Ia menilai cuitan berbau SARA itu tidak datang langsung dari Abu Janda.

Ia mengaku baru kali ini mengomentari balik kontroversi yang ditimbulkan Abu Janda.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Abu JandaPermadi AryaNatalius PigaiTwitterSufmi Dasco Ahmad
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved