Isu Kudeta Partai Demokrat
Herzaky Sebut Moeldoko Tak Laku jika Bukan di Lingkar Jokowi, Eks Staf KSP Sebut Kondisinya 'Seksi'
KSP Moeldoko ramai diperbincangkan setelah disebut terlibat dalam gerakan untuk mengudeta atau mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ramai diperbincangkan setelah disebut terlibat dalam gerakan untuk mengudeta atau mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.
Langkah tersebut diyakini sebagai kendaraan untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Stretagis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut Moeldoko tidak akan laku jika bukan orang di lingkar Presiden Jokowi Widodo (Jokowi).

Baca juga: Bahas Isu Kudeta Demokrat, Eks Staf KSP Singgung 3 Jenderal Pernah Gagal Rebut Partai, Siapa Saja?
Baca juga: Survei Elektabilitas Partai Politik: Demokrat Melesat, PDIP Anjlok, Pengaruh Isu Kudeta?
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (7/2/2021).
Dalam kesempatan itu, Herzaky menyakini bahwa Moeldoko lah di balik isu kudea tersebut.
Oleh karenanya, ia menyebut sebagai persoalan yang serius lantaran sudah melibatkan pihak eksternal.
"Kalau sekedar ada satu, dua kader senior yang cuap-cuap di media ya itu dinamika," ujar Herzaky.
"Dari kami juga tidak menjadi hal yang besar, biasa saja, mungkin ada yang cari perhatian atau cari makan, sah-sah aja," sambungnya.
"Tapi yang menjadi masalah besar karena ada orang dekat kekuasaan ini," jelas Herzaky.
Meski begitu, Herzaky masih mempertanyakan keterlibatan Moeldoko sebagai pribadi atau sebagai pejabat pemerintah dalam hal ini KSP.
Dirinya menyakini jika Moeldoko bukan pejabat penting di pemerintahan maka tidak mungkin bisa menarik perhatian.
"Sekarang kalau Pak Moeldoko sebagai individu, bolehlah Pak Moeldoko mulai besok enggak jadi kepala KSP."
"Kira-kira kalau Beliau keliling laku enggak nama dia ke kader kami atau partai lain?"
Baca juga: Tak Cuma AHY, Pengamat Sebut Moeldoko pun Diuntungkan dalam Isu Kudeta Demokrat: Presiden Kena Getah
Oleh karenanya, dalam hal ini, Herzaky menyebut Moeldoko berdiri sebagai seorang KSP yang secara otomatis memiliki banyak relasi di pemerintahan.
"Yang kedua, katanya bukan KSP, tapi yang kami bingung kemudian mendadak ada staf ahli KSP yang komentar membela Pak Moeldoko," terangnya.