Vaksin Covid
BPOM Minta Nakes Hati-hati Suntikan Vaksin Sinovac ke Lansia, Harus Perhatikan Penyakit Penyerta
BPOM telah mengeluarkan izin penyuntikkan Vaksin Sinovac kepada lansia yang tergolong dalam kelompok usia 60 tahun ke atas.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
Suntikan pertama diketahui berfungsi untuk memperkenalkan tubuh kepada virus yang telah di-non aktifkan.
"Dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin, sehingga antibodi yang telah terbentuk akan semakin kuat dan optimal," papar dr. Reisa.
Seusai melakukan vaksinasi kepada nakes lansia, warga lansia non nakes juga akan segera menerima suntikan vaksin.
"Pemberian vaksinasi kepada lansia dapat menekan angka kematian dan juga mengurangi tekanan terhadap beban rumah sakit," kata dr. Reisa.
"Dengan begitu angkat rawat inap dan bed occupancy ratio dapat turun, kasus aktif dapat turun, dan angka kesembuhan tentunya akan naik."
Baca juga: Alasan Orang yang Sudah Dapat Vaksin Masih Bisa Terinfeksi Covid-19, Waspada soal Virus Varian Baru
Harus Hati-hati
Dokter Reisa menegaskan, ada hal yang harus diperhatikan pada pemberian vaksin terhadap lansia.
BPOM berpesan agar para lansia diperiksa betul sebelum disuntikkan vaksin.
Hal tersebut karena para lansia lebih rawan memiliki penyakit penyerta.
"Kelompok lansia cenderung memiliki berbagai penyaki penyerta atau komorbid," ujar dr. Reisa.
"Maka dari itu pesan bagi para vaksinator di seluruh Indonesia dan juga dokter yang memberikan konsultasi kepada nakes lansia bahwa prokes screening menjadi sangat critical (genting) sebelum memutuskan untuk dapat dilakukan vaksinasi," pungkasnya.
Baca juga: Alasan Orang yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terinfeksi Covid-19, Waspada soal Virus Varian Baru
Simak videonya mulai menit awal:
(TribunWow.com/Anung)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/vaksinsinovac822021drreisa.jpg)