Terkini Daerah
Pihak Keluarga dan Polisi Minta Warga Setop Sebar Foto serta Video Wanita yang Tertancap Bambu
Kasubbag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat juga meminta warga tidak menyebarkan foto dan video WT saat ditemukan.
Editor: Lailatun Niqmah
"Orangnya pendiam, kalo ada apa-apa tidak pernah bicara, kadang dikasih makan juga harus dianterin baru bisa makan," ucap Ai.
Baca juga: Sosok Mayat Wanita yang Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan Tertancap Bambu, Disebut Sering Nangis
4. Sudah 3 Hari Meninggal
Seorang warga menceritakan korban ditemukan di kebun milik warga.
"Kejadiannya tadi pagi sekitar jam 09.00-an, mayatnya ditemukan di sungai kecil di belakang Pabrik PT Japfa," kata Fahmy Fadhil (27) warga Tegalpanjang kepada Tribun melalui sambungan telepon.
Dia mengatakan, mayat tersebut memakai kaus berwarna kuning dan celana jeans biru.
Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon Suhendar, mengatakan, perempuan itu diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu.
“Umur belum diketahui dan mayat tersebut dalam keadaan tengkurap dan sudah membengkak, mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan, mayat tersebut sudah tiga hari berada di tempat tersebut,” ujar Oon Suhendar.
Oon melanjutkan, kondisi mayat saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan bagian tubuhnya ditusuk bambu.
"Kita meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan selanjutnya dilakukan olah TKP,” katanya.
5. Korban Dikenal Pendiam
Sahabat WT, Viki Ruspiandi (21) mengungkap sosok korban.
Viki dan Weni sama-sama sekolah di SMK PGRI Wanaraja (SMEA Aceng).
Dia mengatakan sahabatnya itu dikenal pendiam saat sekolah.
Viki menyebut dirinya dan korban telah bersama satu kelas hingga lulus.
"Saya dan Weni sudah dari kelas 10 hingga lulus satu kelas terus. Dia orang baik" kata Viki.
Ia menyebutkan Weni adalah orang yang pendiam sejak duduk di bangku SMA dan terkadang suka nangis tanpa sebab.
"Kalau di kelas juga suka diam enggak banyak bicara, kadang suka nangis tanpa sebab. Sama saya sering ditanya kenapa, tapi tidak pernah mau jawab, dipendam sendiri saja kayaknya," ucapnya.
Setelah lulus sekolah Viki mengatakan sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Weni.
"Paling ketemu di status Facebook. Kaget saat tahu yang penemuan mayat itu adalah sahabat saya," katanya.
Viki yang bekerja di PT KAI Stasiun Wanaraja itu berharap polisi bisa mengungkap penyebab kematian sahabatnya.
"Biar enggak simpang-siur lagi di medsos," ucapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul TERLALU SADIS, Keluarga dan Polisi Minta Warga Setop Penyebaran Foto dan Video Weni Tania, Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Heboh Foto Pembunuh WT yang Tewas Ditusuk Bambu Tersebar di Medsos, Begini Kata Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/liang-lahat-yang-akan-digunakan-untuk-memakamkan-wanita-yang-tertancap-bambu.jpg)