Breaking News:

Terkini Nasional

Sosok Immanuel Ebenezer yang Siapkan 1.000 Pengacara Bela Abu Janda, Pernah Dipolisikan PA 212

Satu di antara pihak yang terang-terangan membela Abu Janda ialah Ketua Ikatan Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer.

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda di Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus yang menyeret nama pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menuai pro dan kontra.

Diketahui, Abu Janda dilaporkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terkait dugaan rasisme terhadap pegiat HAM asal Papua, Natalius Pigai serta tentang cuitan "Islam Agama Arogan".

Satu di antara pihak yang terang-terangan membela Abu Janda ialah Ketua Ikatan Aktivis 98 sekaligus Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer.

Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer memberikan tanggapan terkait penghargaan yang didapat oleh dua Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer saat hadir di acara Dua Sisi. (Youtube/Talk Show tvOne)

Baca juga: Asad Said Ali soal Kasus Abu Janda: Kalau Cari Buzzer yang Profesional, Tidak Asal Bisa Ngomong

Immanuel menyebut, ada pihak yang ingin memanfaatkan momentum ini.

Ia mengatakan, sosok Abu Janda lebih berharga untuk demokrasi dan NKRI ketimbang para simpatisan HTI.

"Dalam kasus permadi arya atau abu janda kita bisa melihat mana kawan yang setia dan mana lawan," tulisnya di akun Twitternya, pada Senin (1/2/2021).

Ia juga merinci pihak-pihak yang tidak senang terhadap Abu Janda dan senang Abu Janda dilaporkan ke polisi.

Terkait hal itu, Immanuel Ebenezer saat ini merupakan Komisaris Independen PT Mega Eltra menyebut dirinya akan menyiapkan 1000 pengacara untuk membela Abu Janda.

" Aktivis 98 akan menyiapkan 1000 Pengacara buat Permadi arya. Aku akan bersamamu kawan !!!" tulisnya.

Siapa sebenarnya Immanuel Ebenezer?

1. Komisaris Independen BUMN

Jajaran direksi dan komisaris di Holding Pupuk tersebut dirombak oleh Menteri BUMN, Erick Thohir pada 4 Agustus 2020 lalu.

Perubahan susuanan pengurus PT Pupuk Indonesia (Persero) tertera dalam SK – 263/MBU/08/2020 Tanggal 4 Agustus 2020.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian BUMN resmi mengangkat Bakir Pasaman sebagai Direktur Utama Pupuk Indonesia menggantikan Aas Asikin Idat yang habis masa jabatannya.

Selain itu, melalui SK – 262/MBU/08/2020 tanggal 4 Agustus 2020, Menteri BUMN juga mengangkat Darmin Nasution sebagai Komisaris Utama menggantikan Bungaran Saragih yang juga telah habis masa jabatannya.

Dalam daftar komisaris anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) terdapat nama Immanuel Ebenezer.

Ia menjadi Komisaris Independen PT Mega Eltra.

2. Pernah dilaporkan polisi

Immanuel Ebenezer pernah dilaporkan Presidium Alumni 212 ke Polda Metro Jaya atas dugaan ujaran kebencian.

Anggota Presidium 212 Eka Gumilar mengatakan, pernyataan diduga ujaran kebencian disampaikan Immanuel saat menghadiri talk show di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (31/1/2019).

"Kami laporkan Immanuel karena kami nilai sudah menohok perasaan peserta aksi 212," ujar Eka, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Padahal, lanjut dia, Presiden Joko Widodo turut menghadiri aksi damai 212.

"Nah, fakta bahwa aksi 212, meskipun membawa jutaan umat, tetapi berjalan tertib aman dan baik. Ini suatu yang sudah dianggap booming," ucapnya.

Pihaknya berharap laporan ini menjadi pembelajaran bagi pihak lain agar tidak mengeluarkan kalimat provokasi.

"Justru tindakan kami melaporkan agar hal-hal yang memang menyinggung perasaan dan fitnah seperti ini dilaporkan. Untuk itulah kami laporkan hari ini," kata Eka.

Baca juga: Ahmad Sahroni Yakin Abu Janda Punya Backingan hingga Pede meski Dipolisikan: Enggak Mungkin Berani

3. Sebut Menteri Layak Direshuffle

Dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Kamis (5/11/2020), Immanuel pihak Jokowi Mania sendiri sudah mengadakan survei terkait nama menteri yang layak direshuffle.

"Memang kemarin kita mencoba mengusulkan reshuffle. Pertimbangan karena kepuasan publik menurun sekali, mengacu kepada (survei) Litbang Kompas," papar Immanuel Ebenezer.

Ia kemudian menyinggung hasil survei Indo Barometer yang menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 65 persen.

Immanuel lalu mengungkapkan sosok menteri yang menurutnya layak diganti, sesuai dengan dulu sempat disinggungnya.

"Ada beberapa menteri hari ini yang membuat sedikit kegaduhan, berkaitan dengan catatan atau undang-undang omnibus law, khususnya Pak Pratikno," ungkap Immanuel.

"Ini orang yang paling layak pertama untuk segera dicopot," tegasnya, menyinggung nama Menteri Sekretariat Negara Pratikno.

Di sisi lain, ia mengungkapkan hasil survei terhadap Prabowo, yang dulu menjadi rival Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019.

Diketahui Prabowo menempati posisi pertama dalam hasil survei kepuasan terhadap kinerja menteri.

"Berkaitan dengan Pak Prabowo yang begitu tinggi hasil surveinya dan memuaskan," ungkit Immanuel.

Ia mengaku terkejut dengan hasil survei terhadap Prabowo, termasuk di kalangan internal Jokowi Mania.

"Di kita cukup mengagetkan juga. Kita sebagai pendukung Jokowi dan coba kita melakukan survei, di beberapa kawan-kawan basis pendukung Jokowi, bahwa tingkat kepuasan pendukung Jokowi terhadap Prabowo tinggi sekali," paparnya.

Immanuel menambahkan dengan menyampaikan rasa terima kasih terhadap Prabowo.

"Yang tadinya kita khawatir soal loyalitas Pak Prabowo terhadap Jokowi, ternyata tidak."

"Pak Prabowo luar biasa totalitasnya, loyalitasnya, dan kita ucapkan terima kasih yang luar biasa kerjanya sampai detik ini," tutup Immanuel. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sosok Immanuel Ebenezer yang Ajak 1000 Pengacara Bela Abu Janda: Ketum Jokowi Mania, Komisaris BUMN

Sumber: Surya
Tags:
Abu JandaPermadi AryaImmanuel EbenezerSARANatalius Pigai
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved