Breaking News:

Terkini Daerah

Sepasang Kekasih Ditemukan Tewas di Indekos, Saksi Mata Ngaku Dapat Telepon untuk Cek Kamar Korban

Sepasang kekasih berinisial ASD (18) dan SVP (15) ditemukan tewas gantung diri, Minggu (31/1/2021) malam di sebuah kamar kos di Toraja Utara.

Editor: Lailatun Niqmah
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi jenazah. Sepasang kekasih berinisial ASD (18) dan SVP (15) ditemukan tewas gantung diri, Minggu (31/1/2021) malam di sebuah kamar kos di Jl Serang, Kabupaten Toraja Utara. 

Salah satu tokoh pemuda Toraja, Brikken Linde Bonting yang juga eks Ketua KNPI Toraja Utara mengaku turut prihatin.

Apalagi korbannya dominan masih berusia muda yang sejatinya masih memiliki masa depan yang cerah.

Dari kasus bunuh yang terjadi menurut Brikken menjadi tamparan bagi semua masyarakat Toraja.

Baca juga: Sosok Wanita Hamil yang Diselamatkan saat Bunuh Diri, Ojol Hansel Sianipar: Biasa Nongkrong di Situ

"Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, sebagai tokoh pemuda saya merasakan bahwa ini menjadi tamparan bagi kita semua," ujarnya.

Brikken berharap semua stakeholder agar segera membuka diri terkait apa yang menjadi penyebab usia muda menyudahi hidupnya secara paksa.

Juga, perlu dibangun ruang komunikasi secara terus-menerus antar lintas lembaga baik pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, pendidik dan organisasi kepemudaan untuk mencari solusi terbaik, tanpa harus menyalahkan.

"Dan yang terpenting adalah edukasi dalam lingkungan keluarga sebagai benteng terakhir," tutur Brikken yang juga Koordinator Gerakan Milenial Sangtorayan.

Brikken menambahkan, persoalan sosial begitu banyak, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dimana situasi ekonomi kurang kondusif, dan kegiatan-kegiatan harus menyesuaikan dengan hidup yang baru atau new normal.

Oleh karena itu ia berharap ada gerakan turun tangan baik perseorangan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat untuk melakukan edukasi dampak bunuh diri di usia muda.

"Ayo selamatkan generasi kita, bunuh diri bukan solusi, justru menjadi beban bagi orang yang ditinggalkan," pungkasnya.

Upaya Pencegahan

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 800.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahunnya.

Dengan kata lain, bunuh diri telah menjadi fenomena global yang terjadi di sepanjang kehidupan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi aktif untuk mengurangi angka tersebut.

Melansir kompas.com dengan artikel berjudul "Hal yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Tindakan Bunuh Diri", ada banyak faktor yang membuat seseorang nekat melakukan bunuh diri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Tags:
Gantung DiriAkhiri HidupToraja UtaraSulawesi Selatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved