Breaking News:

Terkini Nasional

Buntut Panjang Kasus Abu Janda, Relawan Pro Jokowi Anggap Buzzer Berbahaya: Roy Suryo Saja Dibully

Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) Immanuel Ebenezer menanggapi kontroversi yang ditimbulkan kasus penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Youtube/Indonesia Lawyers Club
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (8/12/2020). Terbaru, Immanuel Ebenezer menanggapi kontroversi yang ditimbulkan kasus penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menanggapi kontroversi yang ditimbulkan kasus penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam Kabar Petang di TvOne, Minggu (31/1/2021).

Diketahui sebelumnya Abu Janda diperkarakan terkait dugaan ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pakar telematika Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).
Pakar telematika Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)

Baca juga: Cuitan Abu Janda Merembet ke Seluruh Twitter, Peneliti Medsos: Netizen Ada Dendam Lama yang Keluar

Immanuel menanggapi cuitan Abu Janda bisa muncul diduga karena perannya sebagai buzzer yang memang mem-framing isu SARA.

"Sudah saatnya ada regulasi soal ini. Ini bahaya betul," tegas Immanuel Ebenezer.

"Kalau ini menjadi komitmen kita bersama, terus menjadi kebutuhan kita bersama, mari kita tertibkan," lanjutnya.

Ia menyebut saat ini warganet dapat bebas menggunakan media sosial untuk menyampaikan pendapat, termasuk menyentil kelompok masyarakat tertentu.

"Ini dampaknya memang bahaya sekali, karena di era digital ini orang sebebas-bebasnya menyampaikan sesuatu," ungkap Immanuel.

Ia membenarkan saat ini sudah ada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang juga mengatur ujaran kebencian di media sosial.

Namun menurut Immanuel, aturan tersebut belum cukup.

Baca juga: Bandingkan Kepemimpinan Jokowi dengan SBY, Refly Harun: Tidak Ada Ketakutan akan Diserang Buzzer

Ia menyebut UU ITE cenderung lebih berpihak ke orang yang berkuasa, bahkan pemerintah.

"Problemnya terkadang ketika kita menerapkan Undang-undang ITE ini seakan-akan ini selera kekuasaan saja," singgung Immanuel.

"Yang jadi jelek pemerintah," tambah dia.

"Makanya kita sepakati dulu, ini Undang-undang ITE ini untuk sama-sama atau untuk kekuasaan?" tanya simpatisan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Maka dari itu, Immanuel berharap pemerintah dapat merevisi aturan untuk menertibkan buzzer.

Ia mengungkit pakar informasi dan teknologi (IT) Roy Suryo bahkan kerap mendapat perundungan di media sosial.

"Enggak fair juga. Maka saya berharap agar dibuat regulasi lagi yang lebih baik agar akun-akun bodong ini bisa ditertibkan," katanya.

"Memang bahaya sekali, saya juga merasakan hal itu. Apalagi Bang Roy Suryo ini sering di-bully di akunnya," ucap Immanuel memberi contoh.

Lihat videonya mulai dari awal:

Fakta Kasus Rasisme Abu Janda

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kini tengah mendapat kritik dari berbagai pihak akibat aksinya mencuitkan sebuah ujaran yang diduga mengandung rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Akibat ujarannya tersebut, Abu Janda telah dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Meskipun telah dilaporkan, Abu Janda berdalih dirinya tidak bermaksud mengeluarkan ujaran rasisme kepada Natalius Pigai.

Berikut adalah fakta-fakta seputar kasus dugaan rasisme yang kini menjerat Abu Janda:

1. Cuitan Abu Janda

Dikutip dari Tribunnews.com, Kasus ini bermula dari sebuah cuitan yang diunggah oleh Abu Janda lewat Twitter miliknya @permadiaktivis1.

Abu Janda sempat merespons kritik Natalius Pigai yang berkomentar kepada mantan Kepala BIN Hendro Priyono dalam salah satu berita nasional.

Melalui akun Twitternya, Abu Janda kemudian mempertanyakan apa kapasitas Natalius Pigai.

Yang menjadi permasalahan adalah kata evolusi dalam cuitan yang dikeluarkan oleh Abu Janda.

"Kapasitas Jenderal Hendropriyono:

Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer.

Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?," cuit Permadi dalam tangkapan layar akun @permadiaktivis1, Sabtu (2/1/2021)

Baca juga: Abu Janda Berkali-kali Ditegur Presenter karena Terus Mendebat, KNPI: Harus Disumpal Mulutnya

2. Pembelaan Abu Janda

Dikutip dari YouTube Kompastv, Abu Janda menegaskan tidak ada maksud rasisme di balik kata evolusi yang ia gunakan.

"Itu katanya cuman kata evolusi, rasisnya sebenarnya enggak ada," ujar Abu Janda.

Abu Janda mengatakan, ia sama sekali tidak memberikan embel-embel suku maupun hewan ketika menyatakan kalimat evolusi tersebut.

Pegiat Medsos Permadi Arya alias Abu Janda membantah mengeluarkan ujaran rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.
Pegiat Medsos Permadi Arya alias Abu Janda membantah mengeluarkan ujaran rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. (YouTube Kompastv)

Kemudian, Abu Janda juga menegaskan bahwa kalimat evolusi dalam konteks bertanya dan tak memiliki kaitan dengan teori Darwin di mana manusia berasal dari primata.

"Kalau di kamus itu yang namanya evolusi artinya berkembang," kata Abu Janda.

"Konteksnya kalau saya waktu itu revolusi otaknya di mana," ujar dia.

3. KNPI: Bikin Hancur Pemerintahan Pak Jokowi

Mewakili pihak pelapor, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama menyoroti kata-kata evolusi dalam cuitan Abu Janda yang diduga merupakan ujaran rasisme.

Haris juga menyebut apa yang dilakukan oleh Permadi kini memperkeruh suasana negara.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Ketua KNPI Haris Pertama mulanya mengungkit pernyataan PBNU bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Janda tidak mewakili ormas Nahdlatul Ulama (NU).

"Itu jelas," ucap Abu Janda setuju.

Baca juga: Bantah Rasis ke Natalius Pigai, Abu Janda Ungkit Agamanya: Aku Muslim Tak Percaya Teori Darwin

Seperti yang diketahui, Sekjen PBNU Helmy Faisal menyatakan bahwa apa yang diutarakan oleh Abu Janda sama sekali tidak mewakili ormas Nahdlatul Ulama (NU).

4. Akan Diperiksa Polisi

Dikutip dari Kompas.com, Abu Janda dijadwalkan akan diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, pada Senin (1/2/2021).

Ia akan dimintai keterangan soal kasus SARA yang juga dilaporkan oleh KNPI, yakni menyebut 'Islam arogan'.

“Iya betul (diperiksa) Senin, 1 Februari 2021,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Bantah Klarifikasi Abu Janda soal Rasisme ke Natalius Pigai, KNPI: Dibuat Tuhan Sama Semua

5. Pigai Ngaku Biasa Jadi Korban Rasisme

Sebelum ujaran rasisme oleh Abu Janda, Natalius Pigai telah menjadi target ujaran rasisme oleh Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin), Ambroncius Nababan.

Terkait problem ujaran rasisme itu, Natalius Pigai mengaku sudah biasa mendapat perlakukan rasisme.

Hal itu diungkapkannya dalam acara iNews Room yang tayang di kanal YouTube Official iNews, Selasa (26/1/2021).

"Yang pertama soal rasisme itu bukan hal baru bagi saya," ujar Natalius Pigai.

"Kalau hitung-hitung sudah mencapai jutaan. Jadi kalau satu orang buzzer misalnya dia rasis sama saya, di bawah itu masih ada ribuan," ungkapnya. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Abu JandaBuzzerJokowiImmanuel EbenezerPermadi Arya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved