Breaking News:

Cerita Selebriti

Kerumunan Syuting Ikatan Cinta Dibubarkan Aparat, Arya Saloka: Harusnya Sama-sama Saling Menjaga

Syuting sinetron Ikatan Cinta yang dibintangi artis Amanda Manopo dan Arya Saloka sempat menjadi sorotan.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Mohamad Yoenus
Capture YouTube Intens Investigasi
Arya Saloka menanggapi kabar viral soal kerumunan saat syuting Ikatan Cinta yang dibubarkan polisi, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Syuting sinetron Ikatan Cinta yang dibintangi artis Amanda Manopo dan Arya Saloka sempat menjadi sorotan.

Pasalnya, lokasi syuting yang dilakukan di Puncak, Bogor, Jawa Barat tersebut dinilai melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 hingga harus dibubarkan oleh pihak kepolisian.

Sebagai pemeran utama sinetron tersebut, Arya Saloka pun angkat bicara.

Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membubarkan massa yang berkerumun dalam proses syuting film sinetron ikatan cinta di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (27/1/2021).
Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membubarkan massa yang berkerumun dalam proses syuting film sinetron ikatan cinta di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (27/1/2021). (IST via Istimewa TribunBogor)

Baca juga: Lokasi Syuting Sinetron Ikatan Cinta Timbulkan Adanya Kerumunan, Polisi: Kita Enggak Keluarkan Izin

Penuturannya itu disampaikan dalam tayangan wawancara di kanal YouTube Intens Investigasi, Jumat (29/1/2021).

Diketahui, sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI berhasil menarik hati masyarakat.

Serial yang mengisahkan drama percintaan Andin (Amanda Manopo) dan Aldebaran (Arya Saloka) selalu dinanti para penggemar.

Bahkan, demi melihat langsung idolanya, banyak orang berduyun-duyung mendatangi lokasi syuting sinetron tersebut.

Seperti halnya yang terjadi di hotel Kampung Pasir Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dalam sebuah video yang viral, tampak aparat kepolisian membubarkan kerumunan masyarakat yang berkumpul untuk menyaksikan jalannya syuting.

Padahal, saat itu masih diberlakukan PPKM sebagai upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Arya Saloka mengaku bersyukur lantaran sinetron yang diperankannya banyak disukai masyarakat.

Namun, ia sempat juga mengimbau di media sosial agar para penggemar mendukung dari rumah.

Selain karena protokol kesehatan, Arya Saloka juga tak akan bisa menemui satu per satu fans karena kesibukannya.

"Yang pasti bersyukur, senang, karena sinetron ini bisa disukai, bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Arya Saloka.

"Cuma kan maksudnya kita juga lagi diburu-buru untuk tayangan, ada yang live scene juga kita syuting hari ini buat tayang malamnya gitu kan."

"Ya kadang kasihan juga sih enggak bisa menghampiri satu-satu, ya cuma ya memang di sini juga ada protokolnya sih."

"Jadi karena masih dalam keadaan Covid gini juga kan," imbuhnya.

Arya Saloka berharap masyarakat bisa saling menjaga satu sama lain.

Ia tak ingin para penggemarnya justru jatuh sakit setelah mendatangi lokasi syuting karena tertular virus.

"Sebenarnya juga mereka harusnya sama-sama saling menjaga juga," sebut Arya Saloka.

"Itu kan mereka kumpul ya, kasihan juga, nanti takutnya malah dari sini sakit atau kayak gimana," tandasnya.

Baca juga: 4 Fakta Syuting Ikatan Cinta Tuai Kerumunan: Pesan Amanda Manopo, Bupati Sebut Tak Layak Lolos KPI

Baca juga: Viral Warga Nobar Syuting Ikatan Cinta di Puncak, Polisi Ancam: Jangan sampai Kita Bubarkan Paksa

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 13.35:

Viral Pembubaran Kerumunan saat Syuting Ikatan Cinta

Syuting sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI menuai kerumunan di kawasan hotel Kampung Pasir Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dilansir TribunWow.com, peristiwa itu menjadi viral di media sosial, seperti yang diunggah akun Instagram @bogor24update, Rabu (27/1/2021).

Polres Bogor melalui tim Satgas Penanganan Covid-19 kemudian membubarkan kerumunan warga yang menonton proses syuting tersebut.

Dalam video yang diunggah, terlihat warga memadati satu titik di tepi jalan.

Banyak pula yang membawa anak-anak mereka.

Sebagian warga menggunakan masker seperti yang diwajibkan protokol kesehatan, tetapi ada di antara mereka yang tidak mengenakan masker.

Seorang petugas polisi lalu meminta warga membubarkan diri dengan menggunakan pengeras suara toa.

Petugas menjelaskan saat ini sedang dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Bapak ibu sekalian, kami sampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan PPKM mulai tanggal 11 sampai dengan tanggal 25 Januari," kata polisi.

"Untuk itu, tidak boleh ada kerumunan," tegasnya.

Ia mengimbau warga yang berkerumun di lokasi syuting itu agar segera bubar.

Terlihat sejumlah warga mulai beranjak dari lokasi keramaian.

"Sekali lagi, saya sampaikan tidak boleh ada kerumunan. Silakan bapak ibu sekalian membubarkan diri," imbau petugas.

"Silakan membubarkan diri. Tidak boleh ada kerumunan."

Seruan petugas itu turut menjadi tontonan warga yang melintas.

Terlihat arus lalu lintas ramai dengan kendaraan pribadi.

Para pengendara yang lewat melihat penyebab petugas membubarkan massa dengan pengeras suara.

"Apabila imbauan kami tidak dilaksanakan, kita akan mengambil tindakan tegas," ucap petugas kembali.

"Silakan, saya imbau seluruh (warga) yang ada di sini segera membubarkan diri," tegasnya.

Setelah itu semakin banyak massa yang pergi dari jalan tersebut.

Petugas kembali mengingatkan warga, terutama karena banyak yang membawa serta anak-anak mereka.

Polisi mengancam akan membubarkan paksa jika massa tidak segera pergi.

"Sayangi anak-anaknya, sekarang masa Covid. Banyak dari bapak ibu yang tidak memakai masker juga," pesan petugas.

"Jangan sampai kita bubarkan dengan paksa. Silakan kembali ke rumahnya," tambah dia. (TribunWow.com/ Noviana/ Brigitta)

Tags:
Ikatan CintakerumunanArya SalokaKawasan Puncak BogorJawa Barat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved