Virus Corona
Menangis, Evi Yulianti Cerita Kisah Pilu Mertuanya Meninggal karena Covid-19 dan Tak Dapat Ruang ICU
Cerita pilu disampaikan oleh Evi Yulianti, menantu dari alharhum Budi Susatyo yang meninggal dunia karena tidak mendapatkan kamar ICU.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Cerita pilu disampaikan oleh Evi Yulianti, menantu dari alharhum Budi Susatyo yang meninggal dunia karena tidak mendapatkan kamar ICU.
Dilansir TribunWow.com, Evi Yulianti mengatakan bahwa ayahnya yang harusnya dirawat intensif di ruang ICU hanya bisa di rawat di puskesmas dengan peralatan seadanya.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Di Mata Najwa, Pasien Covid-19 Cerita Pengalaman Dipasangi Ventilator: Tak Sadarkan Diri 35 Jam
Baca juga: Cerita Pilu Pasien Covid-19, Sempat Terpuruk di ICU dan Hampir Menyerah: Sudah Merasa Tidak Mampu
Dalam kesempatan itu, Evi menceritakan betapa sulitnya mencari tempat di ICU ataupun rumah sakit untuk Covid-19.
Di keluarganya, ia mengatakan ada empat orang yang positif.
Selain ayah mertuanya, juga ada ibu mertua, suami dan adik ipar.
Sedangkan hanya dirinya dan sang anak yang negatif.
Hanya saja menurutnya, yang membutuhkan penanganan adalah ayah mertuanya.
Karena selain terpapar Covid-19, ayah mertuanya juga memiliki penyakit bawaan lainnya.
"Sulit banget, dari awal kita sudah ke Satgas Covid karena memang dalam satu rumah ada empat orang yang terpapar Covid-19," ujar Evi.
"Tapi hanya Papa saja (harus dirawat) yang memang karena ada batuknya agak keras, memang bukan OTG jadinya kita khawatir banget."
Lantaran tidak ada pilihan lain, ia hanya membawa ayah mertuanya ke puskesmas.
Namun yang disayangkan adalah tidak ada fasilitas untuk menangani pasien Covid-19, selain hanya tabung oksigen dan infus.
Baca juga: Cerita Pasien Covid-19 Sulitnya Cari Rumah Sakit, Nekat Nyetir Sendiri Pakai Selang Oksigen
Baca juga: Jenazah Pasien Covid-19 Terlantar karena Tukang Pikul Mogok, Keluarga Angkut Sendiri Tanpa Pakai APD
"Waktu pertama memang kita ke Satgas Covid-19 dulu, setelah itu Papa dibawa ke puskesmas. Puskesmas kecil, enggak ada apa-apa, cuman ada tabung oksigen sama infus saja," jelasnya.
Meski begitu, usahanya untuk mencarikan rumah sakit mertuanya tidak berhenti.