Terkini Daerah
Selalu Dihujat Tak Berguna, Anak Pembunuh Ibu: Jadi Ragu Aku Ini Anak Kandung atau Bukan
Anak yang membunuh ibu kandungnya sendiri mengaku sering dihina oleh korban sebagai anak yang tak berguna dan selalu kena marah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Tersangka pembunuh ibu, Syamsul Bahri (42), akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian, pada Selasa (26/1/2021).
Syamsul membunuh ibu kandungnya sendiri Nurhayati (63) secara sadis di kediaman korban di Perumahan Griya Sejahtera Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Minggu (24/1/2021) malam.
Kepada aparat penegak hukum, Syamsul mengaku kesal kerap dihina oleh korban.

Baca juga: Temuan Polisi soal Anak Bunuh Ibu di Prabumulih, dari Luka di Leher hingga Cara Pelaku Habisi Korban
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, hal tersebut bahkan membuat pelaku merasa ragu apakah dirinya benar-benar anak kandung korban.
Syamsul bercerita, selepas ayahnya meninggal, dirinya bekerja keras membantu sang ibu menghidupi keluarga dan adiknya.
Meskipun sudah bekerja keras, Syamsul mengaku kerap menerima hujatan dari korban yang menyebut dirinya tidak berguna.
"Emak selalu marahi aku, aku jadi ragu apa aku ini anak kandungnya atau bukan," kata tersangka di depan para polisi.
"Selalu marah ngomong aku tidak ada gunannya," lanjutnya.
Tersangka ditangkap oleh pihak kepolisian saat yang bersangkutan tengah tidur di pinggir rel kereta api.
Ia diamankan tepatnya di Stasiun Kereta Api Lubuk Rukam Peninjauan Kabupaten OKU.
Pelaku diketahui kabur dari tempat kejadian perkara (TKP) dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api.
"Tersangka diamankan petugas keamanan rel sedang tidur di pinggir rel kereta api, selanjutnya unit reskrim Polsek Peninjauan berkoordinasi dengan kita dan pelaku kita amankan," ungkap Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi.
Syamsul kini akan dijerat pasal 44 ayat 3 UU no 23 tajun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
"Pelaku akan dijerat dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara," tegas Kapolsek Prabumulih Timur.
Baca juga: Pergoki Kakak Bunuh Ibu Pakai Parang, Pria di Prabumulih Menangis seusai Salatkan Jenazah sang Ibu
Korban Ingin Lunasi Utang Pelaku
Dikutip TribunWow.com dari SRIPOKU.com, semua bermula ketika sang ibu menjual sebuah rumah keluarga seharga Rp 80 juta.
"Motifnya karena harta warisan," ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi ketika diwawancarai usai menghadiri rapat di gedung Pemkot Prabumulih, Senin (25/1/2021).
Setelah memeroleh Rp 80 juta dari hasil penjualan rumah, korban menggunakannya untuk membeli sebuah rumah baru.
Tak semua uang korban habis digunakan untuk membeli rumah baru, sisa uang itu kemudian digunakan oleh korban untuk membayar utang pelaku yang merupakan anak kandungnya sendiri.
Meskipun menerima bantuan dari sang ibu, pelaku merasa tak puas karena dinilai bantuan ibunya terlalu sedikit.
"Tersangka merasa kurang lalu meminta lagi sama emaknya tapi tidak dikasih lalu dibacok," jelas Kapolres Prabumulih.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku adalah pedagang yang memiliki banyak utang.
"SB ini pedagang dan banyak utang, sementara hasil penjualan warisan ini banyak lebih dan rencananya akan dibayarkan utang tersangka tapi mungkin kurang lalu minta lagi, nggak dikasih lalu dibacok pakai parang," tuturnya.
Baca juga: Tingkah Wanita Pelaku Mesum Halte Bus Senen saat Dibawa ke RS Polri, Menolak Dipegang Polisi
Pada jasad korban ditemukan sejumlah luka yang diakibatkan oleh serangan pelaku.
Luka-luka tersebut di antaranya adalah luka di leher korban karena benda tajam, dan sejumlah luka lain yang ada di jasad korban.
Selain luka korban, pihak kepolisian berhasil mengungkap cara pelaku menghabisi korban.
"Pelaku memiliki riwayat ayan dan gangguan kejiwaan, pelaku membunuh ibu sendiri dengan cara membacok menggunakan parang," jelas Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman ketika diwawancarai, Senin (25/1/2021).
Kesehariannya, pelaku biasa berjualan makanan pempek di kawasan Pasar Tradisonal Modern (PTM) kota Prabumulih.
Pihak kepolisian juga menyebut, pelaku diduga memiliki gangguan jiwa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman dan Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi.
Info terkait riwayat gangguan jiwa pelaku diperoleh dari keluarga pelaku.
"Kalau keterangan sementara kita peroleh menyatakan korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan namun masih kami dalami," kata Kapolsek Prabumulih, Senin (25/1/2021). (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari sripoku.com dengan judul BREAKING NEWS: Warga Prabumulih Timur Gempar, Terungkap Motif Anak Habisi Ibu Kandung, Soal Warisan dan Tribunsumsel.com dengan judul Kronologi Penangkapan Anak Pembunuh Ibu Kandung di Prabumulih, Sedang Tidur di Pinggir Rel