Breaking News:

Penanganan Covid

Jerman Gelontorkan Rp 6,8 Triliun untuk Beli Obat Covid-19 yang Dikonsumsi Donald Trump

Pengumuman itu disampaikan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Minggu (24/1/2021).

Editor: Claudia Noventa
instagram/realdonaldtrump
Mantan Presiden AS, Donald Trump - ILUSTRASI, Jerman Gelontorkan Rp 6,8 Triliun untuk Beli Obat Covid-19 yang Dikonsumsi Donald Trump 

TRIBUNWOW.COM - Jerman akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang menggunakan pengobatan antibodi eksperimental, yang dikonsumsi Donald Trump untuk sembuh dari Covid-19.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, pada Minggu (24/1/2021).

"Pemerintah sudah membeli 200.000 dosis seharga 400 juta euro (Rp 6,8 triliun)," kata Spahn kepada suarat kabar Bild am Sonntag. Ia menambahkan, harga per dosisnya adalah 2.000 euro (Rp 34,15 juta).

Baca juga: Pengecekan Covid-19 dengan GeNose akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal Mulai Februari

Baca juga: Dokter di Palembang Ditemukan Tewas Sehari setelah Divaksin Covid-19, Ini Kata Ahli Forensik

Juru bicara Kementerian Kesehatan Jerman berkata ke AFP, para pasien Covid-19 akan mendapatkannya secara gratis.

Dua jenis obat yang disebut terapi antibodi monoklonal itu akan tersedia di rumah-rumah sakit universitas mulai minggu ini.

Spahn menerangkan, Jerman adalah negara pertama di Uni Eropa yang menerapkannya dalam perang melawan pandemi virus corona.

Kedua obat tersebut sudah mendapat persetujuan darurat di Amerika Serikat (AS), tetapi belum memiliki izin dari regulator Eropa.

Juru bicara Kemenkes Jerman menerangkan, regulator nasional Jerman di Institut Paul Ehrlich (PIE) menetapkan penggunaan obat prinsipnya diizinkan berdasarkan kasus per kasus, diputuskan oleh dokter.

Izin juga dikeluarkan untuk mencegah penyakit bertambah parah, atau melonjaknya pasien rawat inap di kelompok berisiko tertentu.

Jerman membeli campuran antibodi Casirivimab/Imdevimab dari Regeneron, serta obat antibodi Bamlavinimab dari perusahaan AS lainnya, Eli Lilly.

Trump sempat dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19 pada Oktober 2020. Ia dirawat dengan pengobatan Regeneron sebelum mendapat izin resmi.

Presiden AS ke-45 tersebut menyebut pengobatannya berfungsi secara luar biasa.

Versi Regeneron adalah kombinasi campuran dari dua antibodi buatan laboratorium.

Baca juga: Penjelasan IDI soal Bupati Sleman yang Positif Covid-19 setelah Sepekan Disuntik Vaksin Sinovac

Protein pelawan infeksi dikembangkan untuk mengikat protein permukaan virus corona, agar menghentikannya menyerang sel-sel manusia.

Obat dari Eli Lilly cara kerjanya juga sama, tetapi menggunakan satu antibodi sintetis.

Keputusan Jerman menggunakan obat-obatan yang belum disetujui European Medicines Agency (EMA) ini dilakukan saat vaksinasi Covid-19 berjalan lebih lambat dari perkiraan Uni Eropa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jerman Beli 200.000 Obat Covid-19 yang Dipakai Trump

Sumber: Kompas.com
Tags:
Covid-19Virus CoronaDonald TrumpJerman
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved