Ketua PWKI Beri Seribu Jempol untuk Mercy Tirayoh
“Seribu jempol” diberikan kepada Penyiar KompasTV, Mercy Tirayoh karena keberhasilannya memimpin acara Buka Tahun Baru Bersama PWKI.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - “Seribu jempol” diberikan kepada Penyiar KompasTV, Mercy Tirayoh karena keberhasilannya memimpin acara Buka Tahun Baru Bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (BTBB PWKI) yang digelar secara virtual pada Sabtu malam (23/01/2021).
Dari rilis yang diterima TribunWow.com, acara tahunan yang berlangsung ke-16 kali ini diikuti oleh ratusan wartawan Katolik seluruh Indonesia.
Oleh wartawan, Mercy Tirayoh dinilai berhasil mewujudkan tema acara “MEMPERAT IKATAN NKRI DI TENGAH PANDEMI” sebagai spirit profesionalisme wartawan dalam melaksanakan tugas setahun ke depan.

Baca juga: Amrih Jinangkung Ajak Wartawan Dorong Persatuan untuk Atasi Covid-19: Perpecahan Hanya Memperlemah
Selain itu, meski dilaksanakan secara virtual, keterlibatan para wartawan dari berbagai daerah seluruh Indonesia sungguh nampak sejak awal acara tersebut direncanakan.
“Apresiasi untuk Mercy Tirayoh bisa dilihat dari komentar-komentar dalam chat selama acara virtual berlangsung. Semua wartawan yang hadir dalam acara bisa langsung melihat chat yang ada."
"Selain itu, komentar-komentar positif yang memuji mengenai acara tersebut bisa dipantau dari grup-grup WA para wartawan,” ujar Asni Ovier Dengen Paluin, Ketua PWKI.
Namun demikian, dijelaskan lebih lanjut oleh Ovier, keberhasilan acara itu tidak bisa dilepaskan dari peran MC yang membuat suasana virtual itu seperti offline.
Fristian Greic dan Bela Gero, keduanya juga dari Kompas TV, langsung memimpin acara dari studio mini yang bertempat di Hotel Amaris Codefin, Kemang, Jakarta.
Menurut Ovier, awalnya panitia merasa ragu dengan gelar acara virtual ini karena imej virtual meeting yang membosankan.
Namun, Ovier sebagai Ketua PWKI, meminta Mercy Tirayoh harus melaksanakan Buka Tahun Baru Bersama dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
Sehingga, dalam konteks itu harus dicari bentuk kreatif yang melibatkan wartawan seluruh Indonesia.
“Selain dari Jawa, para wartawan yang terlibat sejak awal antara lain berasal dari Sibolga, Medan, Bintan, Jambi, Pontianak, Banjarmasih, Manado, Makasar, Bali, Ambon, Kupang, Saumlaki, Tual hingga Merauke."
"Yang paling sulit adalah menerjemahkan yang diinginkan Panitia kepada para wartawan."
"Memang agak repot mengingat kerja wartawan termasuk panitia sangat mobil, sementara kita semua dibatasi ruang gerak karena social distancing, ” ujar Ovier.
Wartawan senior Rosmery Sihombing dari Media Indonesia, dijelaskan oleh Ovier, berulangkali menyatakan rasa khawatirnya akan masa depan Indonesia terkait dengan visi dan spirit para wartawan muda dalam menjalankan tugasnya.
Baca juga: 3 Pesan Firli Bahuri untuk Wartawan saat Buka Tahun Baru Bersama PWKI