Breaking News:

Vaksin Covid

Sebanyak 27000 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Ditundanya pemberian vaksin pada tenaga kesehatan itu disebabkan beberapa alasan.

Editor: Claudia Noventa
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI NAKES - Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1). Sebanyak 60 tenaga kesehatan di RS Husada Utama di vaksinasi Covid-19 pada hari pertama. Terbaru, Kemenkes menegaskan bahwa suntikan vaksin tidak membuat penerimanya kebal Covid-19. - ILUSTRASI, 27000 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Kementerian Kesehatan 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai Sabtu (23/1/2021) ada 172.901 tenaga kesehatan yang telah mengakses untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Namun, dari total angka tersebut sebanyak 27.000 tenaga kesehatan batal ataupun ditunda penerimaan vaksinasinya.

"Sampai dengan hari ini sudah tercatat 172.901 orang telah mengakses untuk mendapat vaksinasi. Di 92 kabupaten/kota," kata Nadia dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (23/1/2021).

"Dan dari data tersebut dari angka 172.901, ada sekitar 27.000 tenaga kesehatan yang kemudian belum mendapatkan vaksinasi," ujar dia.

Baca juga: Simak Syarat Penerima Vaksin Covid-19, Tak Punyai Riwayat Sejumlah Penyakit Berikut Ini

Baca juga: Setahun Pandemi, Tidak Ada Satu Pun Warga Suku Baduy Positif Covid-19, Tetua Adat Ungkap Rahasianya

Nadia mengatakan, batal atau ditundanya pemberian vaksin pada tenaga kesehatan itu disebabkan beberapa alasan.

Mulai dari tingginya tekanan darah saat proses screening, penyintas Covid-19, ataupun sedang menyusui.

"Kami sampaikan proses vaksinasi ini juga akan terus berjalan pada seluruh tenaga kesehatan dan diharapkan hingga Februari kami bisa mencapai target 1,47 tenaga kesehatan," ujarnya.

Adapun, lanjut Nadia, bagi tenaga kesehatan yang masih belum terdaftar sebagai penerima vaksin bisa mendaftarkan vaksinasinya melalui sistem informasi satu data vaksinasi covid-19.

Caranya, dengan mendaftarkan secara berjenjang, mulai dari verifikasi dinas kesehatan kabupaten/kota, kemudian nanti akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan.

"Harapan kami, update daripada data petugas kesehatan yang belum terdaftar tersebut, dapat segera kami terima dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya," ucap dia.

Baca juga: Sudah Divaksin tapi Masih Positif Covid-19? Epidemiolog Sebut Potensi Besar: Butuh Waktu 4-6 Minggu

Proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 lalu.

Dalam proses awal tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang yang pertama kali divaksin Covid-19.

Adapun kini proses vaksinasi sudah mulai dilakukan di seluruh penjuru Tanah Air. Vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Tags:
VaksinCovid-19Virus CoronaKementerian KesehatanSiti Nadia Tarmizi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved