Pilpres Amerika Serikat 2020
Pidato Perpisahan Donald Trump, Ngaku Ada di Posisi Sulit hingga Ajak Doakan Pemerintahan yang Baru
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato perpisahannya kepada publik Amerika pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat.
Editor: Lailatun Niqmah
Diketahui, kerusuhan massa pro-Trump di Capitol menewaskan beberapa orang, salah satunya aparat kepolisian.
Menyoal hal ini, Trump mengecam dan menyerukan persatuan untuk mengatasi dendam partisan.
Saat ini presiden AS ke-45 ini segera menghadapi persidangan pemakzulan ke-dua di Senat.
Adapun hukuman dari pemakzulan ke-dua adalah Trump tidak diizinkan memegang jabatan federal atau publik.
Tutup Pidato dengan Ungkap Gerakan Politik Baru Dimulai
Trump menutup pidatonya dengan mengatakan bahwa gerakan politiknya (Make America Great Again) baru saja dimulai.
"Sekarang, saat saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pada Rabu siang, saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai," katanya.
Trump masih belum sepenuhnya menerima hasil pemilu pada November lalu.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 8 FAKTA Pidato Perpisahan Trump, Singgung Kesepakatan Timur Tengah hingga Kutuk Aksi di Capitol AS