Breaking News:

Vaksin Covid

Vaksin Sinovac Tak Jadikan Pasien Kebal Covid-19, Kemenkes: Kemungkinan Sakit 35 Persen

Penerima suntikan vaksin Sinovac masih bisa tertular Covid-19, namun kemungkinannya semakin kecil dan tidak akan merasakan gejala yang parah.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI NAKES - Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1). Sebanyak 60 tenaga kesehatan di RS Husada Utama di vaksinasi Covid-19 pada hari pertama. Terbaru, Kemenkes menegaskan bahwa suntikan vaksin tidak membuat penerimanya kebal Covid-19. 

"Sehingga dalam masa pembentukan antibodi tersebut, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan," sambungnya.

IDI: Tidak Bisa Melindungi 100 Persen

Sepaham dengan Kemenkes, sebelumnya diberitakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan bahwa orang yang sudah divaksin masih mungkin terpapar Covid-19.

Hal itu dinyatakan oleh Juru bicara Vaksin IDI Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat (15/1/2021).

Awalnya, dr. Iris menjelaskan bahwa target dari vaksinasi saat ini adalah herd immunity atau kekebalan imunitas.

Untuk mencapai target tersebut diperlukan vaksinasi kepada 70 persen total penduduk Indonesia atau kurang lebih harus mencakup 160 juta penduduk.

Berdasarkan kalkulasi dr. Iris, proses vaksinasi di Indonesia untuk mencapai 70 persen tersebut, perlu waktu dua tahun lebih.

"Untuk mencapai itu, Indonesia butuh waktu yang bertahap karena jumlah vaksinnya yang terbatas, dan juga negara kita terdiri dari kepulauan," ujar dia.

"Karena itu tetap harus jalankan protokol kesehatan selama pandemi berlangsung walaupun kita sudah lengkap divaksinasi."

Dokter Iris mengatakan, orang yang sudah divaksin masih mungkin terpapar Covid-19.

"Vaksin tidak bisa melindungi 100 persen," kata dia.

Ia menjelaskan, setiap orang yang sudah divaksin membentuk antibodi dalam kadar yang berbeda-beda.

Namun orang yang sudah divaksin, dipastikan tidak akan mengalami gejala berat jika terpapar Covid-19.

"Seandainya kalaupun dia kena sakit Covid padahal sudah divaksinasi, itu mungkin saja," ujar dia.

"Hanya saja bilamana dia sakit, tidak seberat dengan orang yang (tidak) divaksinasi," sambungnya.

"Protokol kesehatan tetap harus dijalankan sampai pandemi berakhir," tandasnya.

Baca juga: Muncul Wacana Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan, Benarkah? Ini Kata Kemenkes

Simak videonya mulai menit ke-8.30:

(TribunWow.com/Anung)

Tags:
Vaksin Covid-19VaksinCovid-19Virus CoronaKemenkesSinovac
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved