Breaking News:

Terkini Nasional

Setuju Divaksin Covid-19, Natalius Pigai Mengaku Siap di Antrian Terakhir: Orang yang ke-276 Juta

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai buka suara soal pemerintah yang mengharusan vaksinasi Covid-19.

YouTube/Karni Ilyas Club
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai buka suara soal pemerintah yang mengharusan vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai buka suara soal pemerintah yang mengharuskan vaksinasi Covid-19.

Dilansir TribunWow.com dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club (ILC), Minggu (17/1/2021), Pigai mengaku setuju untuk divaksinasi.

Meski begitu, dirinya menyebut bahwa vaksinasi bukanlah menjadi kewajiban melainkan suatu hak bagi setiap warga negara.

Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat  , Kamis (14/1/2021).  Mereka yang dapat divaksin Covid-19 adalah kelompok umur 18-59 tahun. Dan Yang tak boleh disuntuk Vaksin Covid-19 mereka yang masih berusia dibawah 18 tahun, Ibu hamil dan menyusui, mengalami gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir, pernah terpapar dan dalam pasien Covid-19 yang dalam perawatan. Wartakota/Henry
Sebanyak 17 tenaga medis yang terdiri dari 5 tenaga medis dari Puskemas Gambir dan 12 tenaga medis dari Dinas Kesehatan menerima vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Gambir, Cideng, Jakarta Pusat , Kamis (14/1/2021). Wartakota/Henry (WARTAKOTA/Henry Lopulalan)

Baca juga: Muncul Wacana Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan, Benarkah? Ini Kata Kemenkes

Baca juga: Ribka Tjiptaning Sebut Vaksin Covid-19 sebagai Rongsokan, dr Tirta: Jangan Berlagak Pahlawan

Dalam kesempatan itu, Pigai juga mengaku tidak menolak untuk disuntikkan vaksin.

Dirinya juga menghargai langkah dari pemerintah yang hadir untuk melayani kesehatan masyarakat.

Namun dikatakannya, bahwa kesiapannya untuk divaksin itu dengan catatan dilakukan pada antrian yang terakhir.

"Saya termasuk orang yang setuju divaksin, tapi jumlah penduduk Indonesia kan 276 juta orang, saya yang ke-276 juta," ujar Pigai.

"Saya antri setelah 275 juta yang divaksin, baru saya 276," jelasnya.

Meski tidak menolak soal vaksinasi, dirinya kembali menegaskan tidak setuju ketika pemerintah melakukannya dengan cara mewajibkan.

Oleh karenanya, Pigai berharap soal mau atau tidaknya divaksinasi harus diserahkan kepada masing-masing warga yang bersangkutan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved