Terkini Daerah
Penampakan Perahu Pindah Parkir di Ruko Imbas Ombak Besar, Curhat Nelayan Manado: Kami Bisa Apa?
Nelayan di Kecamatan Sario, Manado terpaksa memindahkan perahu mereka dari Pantai Megamas.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Nelayan di Kecamatan Sario, Manado terpaksa memindahkan perahu mereka dari Pantai Megamas.
Dilansir TribunWow.com, sebelumnya ombak setinggi 3 meter melanda kawasan pesisir utara Manado pada Minggu (17/1/2021) sore hingga malam.
Air laut meluber dan memenuhi jalan, membuat sejumlah perahu milik nelayan rusak.
Baca juga: Detik-detik Polisi Selamatkan Nenek saat Banjir di Kalimantan Selatan, Kondisi Terjebak di Rumah
Akibatnya sejumlah nelayan memilih mengungsikan perahu mereka ke kawasan pertokoan Megamas.
Mereka khawatir akan ada ombak susulan yang dapat merusak perahu.
"Soalnya di tepi pantai ombak masih tinggi sampai sekarang. Jadi kami takut perahu rusak," tutur nelayan Djufri Salim, dikutip dari TribunManado.co.id, Senin (18/1/2021).
Terlihat sederet perahu nelayan parkir di depan ruko-ruko Megamas.
Sementara ruko-ruko tersebut tampak belum beroperasi dan pintunya masih tertutup.
Djufri menuturkan ombak besar yang melanda pesisir membuat pekerjaan nelayan terhambat.
Selain itu pemerintah daerah mengimbau para nelayan tidak melaut, mengingat kondisi cuaca masih mengkhawatirkan.
"Kami bisa apa kalau seperti ini? Cari ikan saja susah," ucap pria 31 tahun ini.
"Imbauannya sudah disampaikan pada kami. Jadi sampai keadaan membaik, kami tak bisa melaut," tutur Djufri.
Baca juga: Viral Ombak Seret Perahu Nelayan ke Parkiran McDonald di Manado, Perekam Video: Astaga, Astaga
Dikutip dari Kompas.id, Ketua Kelompok Nelayan Firdaus, Sonny Broo, mengungkapkan dampak ombak tinggi membuat beberapa perahu rusak.
Tiang-tiang pada sejumlah perahu rusak dan tambatannya tumbang.
Sonny menyebutkan kemungkinan perahu yang rusak tidak dapat dibetulkan lagi.
“Seingat saya, sejak 1974, baru sekarang ini yang paling parah. Ombak sudah bisa lebih dari empat meter tingginya," tutur Sonny Broo.
"Beberapa perahu kami rusak ringan dan masih bisa diperbaiki dengan biaya Rp600 ribu, tapi enam yang rusak itu sudah tidak terselamatkan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan cuaca buruk sudah terjadi sejak Jumat (15/1/2021).
Nelayan di kawasan Megamas juga tidak dapat melaut sejak tiga hari terakhir.
Ditambah lagi perahu yang rusak, Sonny mengaku tidak tahu bagaimana nasib mereka selanjutnya.
“Tapi setelah ini kami tidak tahu harus bagaimana karena tambatan sudah rusak,” kata Sonny.
Perahu Nelayan Terseret ke Parkiran McDonald's
Sejumlah video yang menunjukkan terjangan air laut masuk kawasan pesisir utara Manado menjadi viral di media sosial.
Dilansir TribunWow.com, ombak besar turut menghantam kawasan pertokoan Megamas yang berada di pesisir laut.
Diketahui sebelumnya cuaca buruk telah melanda kawasan tersebut sejak Jumat (15/1/2021) lalu.
Baca juga: Video Detik-detik Banjir di Bandung, Jalan Sukamulya Berubah seperti Sungai, Motor dan Mobil Hanyut
Dalam video viral yang diunggah ulang kanal YouTube Tribun Manado, terlihat ombak naik dan membanjiri jalanan pada Minggu (17/1/2021).
Banjir rob turut merendam parkiran restoran cepat saji McDonald's Megamas.
Akibatnya sebuah kapal nelayan berwarna hijau terseret dalam parkiran McDonald's.
Setelah terjangan ombak mereda, beberapa warga mencoba menarik kapal tersebut kembali ke tempatnya.
"Ini perahu sampai ke muka McD," ungkap suara pria yang merekam video.
"Info terkini," ucapnya.
Dalam video lain, terlihat bagaimana detik-detik air meninggi hingga melewati batas tunggul laut.
Air menggenangi jalanan yang persis berada di tepi laut.
Namun air tidak cukup tinggi, terlihat beberapa mobil masih dapat melintas dengan lancar.
Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar.
Mereka menyaksikan masuknya air laut dari tepi jalanan.
"Astaga, astaga," ucap seorang pria yang merekam video.
Baca juga: Risma Tegaskan Video Pengadangan Bantuan Logistik Gempa di Sulbar Bukan Penjarahan: Mereka Kelaparan
Dikutip dari TribunManado.co.id, air laut mulai naik pada pukul 16.30 WITA.
Menurut kesaksian seorang warga, ombak semakin meninggi hingga kendaraan dilarang melintas.
"Tadinya ombak memang besar tapi masih aman," kata warga Max Tamasoleng.
"Ketika ombak sudah semakin besar dan mencapai jalan, mobil dilarang lewat di depan KFC karena air lautnya sudah sampai di McD," paparnya.
Akibat banjir rob, sejumlah toko di kawasan Megamas berhenti beroperasi.
"Toko-toko di Kawasan tutup semua, hanya rumah makan di pinggir pantai dan sebagian toko di bagian tengah yang buka," tutur Max.
"Tapi pertokoan yang terdampak langsung tidak berani buka," katanya.
Max menyebut sebelum ombak mencapai jalanan, awalnya banyak warga yang menyaksikan dari pinggir pantai.
Namun saat ombak mulai menghantam, jalan langsung ditutup.
"Mobil yang terparkir tadi di atas 10 mobil. Tapi ombak bertambah besar, dari pihak Megamas langsung menutup jalan dari depan dan ujung jalan McD," ucap Max. (TribunWow.com/Brigitta)
Sebagian artikel ini diolah dari TribunManado.co.id dengan judul Gelombang Tinggi di Manado, Perahu Nelayan Parkir di Kawasan Megamas, Ombak Laut di Kawasan Megamas Menghempas Sampai ke Jalan, Beberapa Warga Basah Kuyup, dan Kompas.id dengan judul Pusat Bisnis di Manado Berantakan Diterjang Ombak Besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/nelayan-asal-kecamatan-sario-terpaksa-mengungsikan-perahu-mereka.jpg)