Terkini Daerah
5 Fakta Rumah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Dibobol Maling, Pelaku Jebol Plafon hingga 3 Kali Kecurian
Rumah kontrakan Arneta Fauzia yang merupakan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 disatroni maling.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Rumah kontrakan Arneta Fauzia yang merupakan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 disatroni maling.
Selain Arneta, ketiga anaknya yakni Zurisya Zuar (P) berusia 8 tahun, Umbu Kristin Zia (P) berusia 2 tahun dan Fao Nuntius Zai (L) yang masih bayi juga menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.
Rencananya, Arneta Fauzia terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk bertemu suaminya Yaman Zai (43) yang bekerja di sana.

Baca juga: Penampakan Plafon Rumah Korban Sriwijaya Air Dijebol Maling, Tabung Gas hingga Dorongan Bayi Raib
Sementara itu, rumah yang korban yang dibobol maling berada di Perumahan Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Aksi maling di rumah korban Sriwijaya Air ini mengundang kecaman dari netizen di media sosial.
Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum dari Tribun Banten, Minggu (17/1/2021):
1. Tak tahu maling beraksi
Opung, seorang tetangga korban Sriwijaya Air mengaku tidak tahu kapan maling beraksi.
Rumah itu baru diketahui dibobol maling setelah asisten rumah tangga korban melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 16.30.
Dia kemudian memberitahukan hal itu kepada Opung.
"Saya langsung memberitahukan kepada ketua RT, dan bersama warga kemudian mengecek ke dalam," ujar pria berusia 66 tahun ini kepada TribunBanten.com, Minggu (17/1/2021).
2. Maling lewat toren
Menurut Opung, diduga maling masuk ke rumah korban dari bagian belakang yang menghadap ke Kali Ci Banten.
Maling naik ke atas sebagai tempat toren lewat belakang rumah.
Maling lalu menggeser empat genting dan menjebol plafon yang tembus di satu kamar.