Breaking News:

Gempa Bumi Guncang Sulawesi Barat

Gita Tewas Tertimpa Bangunan saat Gempa Susulan, Sudah Selamat tapi Kembali ke Rumah untuk Ambil HP

Gita Sutriani menjadi satu di antara korban tewas akibat gempa yang melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Editor: Mohamad Yoenus
Basarnas
Petugas Basarnas sedang mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan sebagai dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Gita Sutriani menjadi satu di antara korban tewas akibat gempa yang melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 

TRIBUNWOW.COM - Gita Sutriani menjadi satu di antara korban tewas akibat gempa yang melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Gita merupakan warga asal Kabupaten Pinrang yang menetap di Mamuju.

Ia tewas saat gempa susulan yang terjadi Jumat (15/1/2021) dini hari.

Baca juga: Viral Video Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan saat Gempa di Mamuju, Ini Kata Tim SAR

Baca juga: Update Gempa Bumi 6,2 SR di Sulawesi Barat: 42 Orang Meninggal Dunia, 189 Luka Berat

Gempa yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat
Gempa yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat (Tribun Timur/ Nurhadi)

Ayah Gita, Sutrisno mengungkapkan, anaknya yang merupakan warga asal Kabupaten Pinrang namun menetap di Mamuju itu sempat memberikan kabar padanya.

Kabar itu didapatkan Sutrisno setelah gempa pertama melanda, Kamis (14/1/2021).

Gita diketahui tinggal di rumah susun (Rusun) Makorem 142/Ttg yang berlokasi di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro.

Tak hanya memberi kabar, Gita juga sempat mengunggah foto kondisi gempa dan ungkapan kekhawatiran di media sosialnya.

Sempat Hubungi Ayah Kabarkan Ada Gempa

Sang ayah Sutrisno menceritakan, putrinya tinggal di Mamuju usai menikah dengan suaminya.

Di sana, Gita tinggal di Rusun Makorem 142/Ttg, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Sebelum insiden gempa susulan yang menewaskan Gita, putrinya itu sempat menghubungi sang ayah.

Gita bercerita mengenai gempa pertama yang terjadi di wilayahnya.

"Kemarin sewaktu gempa pertama, dia telepon saya. Dia bilang, bapak gempa di Mamuju. Jadi saya bilang hati-hati, Nak, jangan tinggal di dalam rumah. Lebih baik di luar dulu," ujar Sutrisno saat ditemui di rumah duka, Jumat, (15/01/2021), seperti dilansir Tribun Pinrang.

Unggah Foto dan Tulisan

Sutrisno yang saat itu mengkhawatirkan kondisi putrinya meminta Gita keluar dari rusun.

Saat itu, Gita juga meyakinkan bahwa ia dalam kondisi yang baik.

Baca juga: VIDEO Anak Tertimpa Reruntuhan Bangunan setelah Gempa di Sulbar, Warga: Masih Bernapas Ji Dek

Baca juga: Angel Terjebak di Reruntuhan akibat Gempa Sulbar, sang Ayah Menangis Minta Tolong: Anakku Kasihan

"Dia bilang tidak apa-apa ji bapak. Tapi saya punya rusun retak-retak mi," Sutrisno menirukan percakapan anaknya.

Pasca-gempa pertama, Gita juga sempat mengunggah foto di WhatsApp dan Facebook-nya pada Kamis (14/1/2021) malam.

Dalam unggahannya Gita mengaku mengkhawatirkan datangnya gempa susulan.

"Malam ini cerita.y kita di lorong dlu.. Takut.y gempa susulan," tulis dia.

Ambil Handphone dan Tertimbun

Kamis tengah malam, Gita masih menelepon keluarganya untuk memberikan kabar kondisi terkini mereka.

Setelah itu, kepada ibunya, Gita mengatakan akan masuk untuk tidur.

"Tengah malam, sekitaran jam 12 malam dia bilang, Mama, mau ma masuk di dalam rusun. Masuk semua mi orang, mau ma saya juga masuk tidur," tutur Sutrisno.

Tak disangka gempa susulan kembali terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

Gita bersama suaminya pun lari menyelamatkan diri dari rusun tersebut.

Namun, ia kembali masuk untuk mengambil ponselnya.

"Sewaktu sudah di luar rusun. Dia lupa HP-nya. Jadi lari dia kembali masuk. Pasnya di dalam, tiba-tiba dari atas jatuh itu material bangunannya Rusun. Jatuh tepat di kepalanya," kata Sutrisno, Jumat, (15/01/2021) siang.

Bangunan yang runtuh itu menimbun putrinya hingga meninggal dunia.

Baca juga: Warga Malunda Majene Kosongkan Kampung, Ngaku Khawatir Terjadi Gempa Susulan

Baca juga: Pemprov Sulawesi Selatan Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Majene, Dikirim lewat Kapal Perang TNI

Gempa di Mamuju

Gempa berkekuatan 5,9 magnitudo sebelumnya terjadi di Majene dan kabupaten sekitarnya, termasuk Mamuju pada Kamis (14/1/2021).

Kemudian pada Jumat (15/1/2021) dini hari, gempa susulan kembali terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene, Sulawesi Barat.

Pusat gempa ini berkedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data per Sabtu (16/1/2021) pukul 09.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Sulawesi Barat mencapai 42 orang.

Rinciannya, 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju", judul "Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan" dan di tribun-timur.com dengan judul Kronologi Gita Meninggal Akibat Gempa di Sulbar, Sempat Selamat Namun Kembali Ambil HP dalam Rumah

Tags:
Gempa Bumi Sulawesi BaratMamujuPinrangGempa Sulbar
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved