Breaking News:

Terkini Internasional

Donald Trump Dimakzulkan, 10 Politisi Partai Republik Ikut Beri Suara Dukungan

Donald Trump menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat (AS) yang dimakzulkan sebanyak dua kali.

YouTube Fox News
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan pidato di gedung putih, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Parlemen Amerika Serikat (AS) mencatat sejarah dengan memakzulkan seorang presiden untuk kedua kalinya, pada Rabu (13/1/2021).

DPR AS mendakwa Presiden Donald Trump seminggu sebelum dia meninggalkan jabatannya, karena menghasut kerusuhan dengan klaim palsu tentang pemilihan yang dicuri yang menyebabkan penyerbuan Capitol dan lima kematian.

Tidak seperti pemakzulan pertama Trump, yang berjalan hampir tanpa dukungan Partai Republik.

Baca juga: Penangguhan Permanen Akun Twitter Donald Trump Picu Reaksi dari Para Selebriti Hollywood

Upaya pada Rabu (13/1/2021) menarik 10 Repablikan, termasuk pemimpin partai Republik ketiga di DPR AS, Liz Cheney.

Senat berencana mengadakan persidangan setelah Trump turun dari jabatannya, skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai konsekuensi, anggota parlemen bisa melarang Trump duduk kembali di kursi presiden.

Pemungutan suara terakhir adalah 232 hingga 197, melansir Washington Post pada Kamis (14/1/2021).

Pemakzulan ini menjadi salah satu drama terakhir dari kepresidenan yang penuh gejolak.

Proses itu dilakukan dengan latar belakang kekacauan di Gedung DPR dan ketidakpastian tentang bagaimana nasib Republik pasca turunnya Trump.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Semasa Hidup: Saya Siap Mati di Indonesia, Saya Siap Dimakamkan di Indonesia

Partai Demokrat dan Republikan saling menuduh dalam sidang itu. Loyalis Trump marah pada sesama Republikan yang membelot, khususnya Cheney, yang membuat kepemimpinan partai terguncang.

Tetapi terlepas dari emosi yang digerakkan oleh serangan Capitol, sebagian besar dari Partai Republik mendukung presiden, termasuk Pemimpin Minoritas Parlemen Kevin McCarthy.

Dia berpendapat bahwa Trump memikul tanggung jawab atas serangan di Capitol, dan pemakzulan sekejap hanya akan "semakin mengobarkan api pemisah partisan."

McCarthy untuk pertama kalinya secara terbuka mendukung kecaman terhadap Trump.

Tetapi seruan itu datang terlambat sebagai alternatif efektif saat pemakzulan diajukan.

Republikan membelot

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Tags:
Donald TrumpAmerika SerikatpemakzulanJoe BidenGedung CapitolDPR
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved