Breaking News:

Vaksin Covid

DPR Protes Tak Diajak Vaksin di Istana, Sebut Kalah sama Artis dan Hanya Berfungsi Tanda Tangan

Nihayatul Wafiroh mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak ada perwakilan pimpinan atau anggota DPR yang menerima vaksin Covid-19 perdana pada Rabu.

KompasTV
Raffi Ahmad saat disuntik vaksin Covid-19 perdana di Istana Negara, Rabu (13/1/2021). Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak ada perwakilan pimpinan atau anggota DPR yang menerima vaksin Covid-19 perdana pada Rabu (13/1/2021) ini. 

TRIBUNWOW.COM - Penerima vaksin Covid-19 perdana telah dilakukan mulai dari presiden hingga para tokoh.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak ada perwakilan pimpinan atau anggota DPR yang menerima vaksin Covid-19 perdana pada Rabu (13/1/2021) ini.

Sementara, kata Nihayatul, pemerintah malah memberikan vaksin perdana kepada influencer yang disebut-sebut mewakili kalangan milenial.

Baca juga: Vaksinasi Massal Dimulai Hari Ini, Simak 7 Vaksin Covid-19 yang akan Digunakan di Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh saat rapat kerja secara virtual dengan Menteri Kesehatan, Menteri Ketenagakerjaan, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kamis (2/4/2020).
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh saat rapat kerja secara virtual dengan Menteri Kesehatan, Menteri Ketenagakerjaan, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kamis (2/4/2020). (Dok. Humas DPR)

"Kita di DPR tidak ada perwakilan satu pun. Kita kalah sama artis," kata Nihayatul dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. 

Menurut Nihayatul, semestinya ada perwakilan DPR sebagai representasi rakyat.

Namun, tidak ada anggota DPR yang menerima undangan vaksin perdana.

"Oke tidak Komisi IX. Tapi perwakilan DPR saja, tidak ada pimpinan DPR. Misal Ibu Puan (Puan Maharani) dan jajarannya, tidak ada," ujar Nihayatul.

Baca juga: Gubernur Banten Wahidin Halim Tidak Disuntik Vaksin Sinovac tapi Pfizer, Ini Alasannya

Selain itu, ia merasa Komisi IX tidak dilibatkan Kemenkes dalam berbagai program sosialiasi vaksinasi Covid-19.

Menurut Nihayatul, Kemenkes bisa bekerja sama dengan para anggota dewan yang memiliki konstituen di daerah-daerah.

"Ini belum dihitung. Jadi saya pikir teman-teman ini bisa menggerakan," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved