Breaking News:

Kabinet Jokowi

Bukan Blusukan, Risma Klarifikasi Soal Aksi Temui Tunawisma: Manusia Apa Kalau Saya Diam Saja?

Mensos Risma tegas menyatakan tetap melakukan kewajiban dan tugasnya sebagai seorang menteri meskipun melakukan kegiatan menemui tunawisma.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
Fajar/Kemensos.go.id
Bekasi (8 Januari 2020) - Menteri Sosial Tri Rismaharini berkunjung ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) “Pangudi Luhur” Bekasi untuk menyapa para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sekaligus meninjau fasilitas dan program kerja yang terdapat di Balai "Pangudi Luhur". Terbaru, Mensos Risma memberikan penjelasan soal aksi blusukan yang ia lakukan. 

"Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny.." tulis @Andhy_SP211, Rabu (6/1/2021) pukul 10.22 WIB.

Akun tersebut juga mengunggah dua foto wajah seorang gelandangan berambut dan berkumis putih, bertopi hitam serta mengenakan masker.

Ia lalu menyertakan foto lain yang disebut-sebut sebagai foto penjual poster Soekarno yang diunggah oleh akun Facebook Adhe Idol.

"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” demikian tulis akun Facebook Adhe Idol yang diunggah melalui Twitter @Andhy_SP211.

Di sisi lain, seorang penjual toko yang dituding menjadi pemulung mengaku jadi korban bullying.

Dikutip dari TribunJakarta.com, perundungan itu diterima oleh Doni BK.

Doni BK adalah seorang pemilik toko poster Presiden Soekarno di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ia dituding menjadi seorang pengemis abal-abal saat Risma melakukan aksi blusukan.

Doni bercerita, anaknya menjadi target bullying akibat beredarnya narasi tuduhan di media sosial itu.

“Komen (bully) di media sosial sampai anak nangis. Anak keempat itu di-bully lewat medsos. Kok begitu dibilang, biar laku jualannya. Katanya pencitraan,” kata Doni saat ditemui di tokonya di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, pada Kamis (7/1/2021) siang.

Deri Setiadi (19) selaku putra Doni mengaku ia kini dibully oleh teman-temannya gara-gara tuduhan jadi pemulung palsu.

“Di komentar-komentar begitu. Mengejek. Kok jualan gitu, aktingnya jago. Di Twitter bilang jago setting. Padahal itu orang enggak tahu kebenarannya,” ujar Deri saat ditemui bersama Doni.

Doni mengatakan, pemulung yang ditemui oleh Risma adalah orang yang berbeda dari dirinya.

“Bahwasanya itu pemulung (gelandangan) itu berstatus jual bingkai itu tidak benar. Pedagang aslinya saya,” ujar Doni saat ditemui, Kamis (7/1/2021) siang.

“Yang (pemulung) ditemui (Risma) itu bukan berstatus seorang pedagang foto Bung Karno. Makanya saya enggak terima itu,” tambah Doni. (TribunWow.com/Anung)

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
BlusukanTri RismahariniMenteri SosialtunawismaJakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved