Breaking News:

Chacha Sherly Kecelakaan

Bukan Kecelakaan Beruntun, Mobil Chacha Sherly Penyebab Awal, Rem Tak Maksimal hingga Ditabrak Bus

Disebutkan, mobil milik Chacha Sherly justru menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut.

Editor: Mohamad Yoenus
Tribunnews.com/Istimewa
Kondisi mobil diduga milik Chacha Sherly kecelakaan di Tol Semarang. Kondisi mobil ringsek di bagian belakang seperti ditabrak. Gambaran ini sesuai dengan penjelasan polisi bahwa mobil HR-V yang dinaiki Chacha Sherly ditabrak dari belakang saat memutar balik untuk menghindari kecelakaan. 

TRIBUNWOW.COM - Fakta baru kecelakaan di Tol Solo-Semarang yang menewaskan mantan personel Trio Macan, Chacha Sherly pada Senin (4/1/2020) kembali terungkap.

Berdasarkan informasi teranyar, Chacha Sherly meninggal dunia bukan karena kecelakaan beruntun.

Disebutkan, mobil milik Chacha Sherly justru menjadi penyebab awal kecelakaan tersebut.

Atas peristiwa ini, sopir Chacha Sherly, KU, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagaimana diketahui, Chacha meninggal di RSUD Ungaran pada Selasa (5/1/2020) setelah mendapatkan perawatan.

KU dinilai lalai karena mengendarai mobil melebihi batas kecepatan yang ditentukan saat hujan.

Menurut Kasat Lantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo, tersangka dikenakan Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

"Jadi ini dari gelar perkara kemarin diketahui ada faktor kelalaian karena dalam kondisi hujan mengendarai mobil melebihi batas kecepatan yang ditentukan," ujarnya.

Baca juga: Ungkap Sosok Chacha Sherly Semasa Hidupnya, Dara Rafika Eks Trio Macan: Pernah Hampir Mati Bareng

Baca juga: Ini Alasan Polisi Tetapkan Sopir Chacha Sherly Jadi Tersangka, Sebut Ada Faktor Kelalaian

Eks personel Trio Macan, Yuselly atau Chacha Sherly mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Solo-Semarang, Senin (4/1/2021).
Eks personel Trio Macan, Yuselly atau Chacha Sherly mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Solo-Semarang, Senin (4/1/2021). (Instagram/chacha.sherly)

Chacha Duduk di Kursi Sebelah Sopir

Menurut Aristo saat kecelakaan terjadi, Chacha duduk di kursi depan sebelah kiri.

"Kursi korban tersebut agak disenderkan, kemungkinan dalam kondisi istirahat," papar Aristo.

Aristo menerangkan, mobil HRV S 1180 HW milik Chacha melaju sekitar 80 hingga 100 kilometer per jam.

"Padahal maksimal kecepatannya adalah 80 kilometer per jam," kata dia.

Selain berkendara dengan kecepatan tinggi, sang sopir dinilai lalai lantaran tidak mempertimbangkan kondisi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved