Vaksin Covid
Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi: Saya juga
Pemerintah segera memulai program vaksinasi Covid-19. Namun demikian, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersabar.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah segera memulai program vaksinasi Covid-19.
Namun demikian, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersabar.
"Sedang menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga," tulis Jokowi melalui akun Twitter miliknya, @jokowi, Kamis (7/1/2021).
Jokowi menyebut vaksin Covid-19 telah tersedia di Indonesia. Bahkan, sejak beberapa hari lalu sudah mulai didistribusikan ke 34 provinsi di Tanah Air.
Namun demikian, pelaksanaan vaksinasi masih menunggu izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta kajian halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca juga: Kemenkes Sudah Tetapkan 7 Jenis Vaksin Covid-19 untuk Program Vaksinasi, Apa Saja?
Baca juga: Pemerintah Targetkan 181,5 Juta Penduduk Divaksinasi Covid-19, Singgung Herd Immunity
"Apabila izin sudah keluar, vaksin gratis secara bertahap, kita laksanakan," ujar Jokowi.
Jokowi pun kembali menegaskan bahwa dirinya bakal jadi orang Indonesia pertama yang divaksin.
Alasannya, Jokowi ingin membuktikan bahwa vaksin aman dan halal digunakan.
"Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, vaksinasi akan dimulai pada pekan depan atau minggu kedua Januari 2021.
"Saya ingin menyampaikan bahwa vaksinasi ini akan dimulai minggu depan," kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1/2021).
Baca juga: Beda dengan DKI, Menkes Budi Sebut Pemerintah Pusat Belum Pikirkan Buat Peraturan Penolak Vaksinasi
Dalam rangka persiapan pelaksanaan vaksinasi, kata Jokowi, sejak Minggu (3/1/2021), pemerintah mulai mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah. Ditargetkan, 5,8 juta dosis vaksin terdistribusi ke daerah selama bulan Januari.
Kemudian, menyusul 10.450.000 dosis vaksin didistribusikan pada bulan Febuari, dan 13,3 juta vaksin terdistribusi pada bulan Maret.
"Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jokowipertubmuhan22122020a.jpg)