Breaking News:

Terkini Daerah

Pria Berkali-kali Pukuli Istri dan 2 Anak hingga Babak Belur, Polisi Tak Percaya Pelaku Ngaku Khilaf

Seorang suami berinisial SMN nekat memukuli istri dan dua anaknya sampai babak belur di Sumatera Utara.

Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pemukulan. Seorang suami berinisial SMN nekat memukuli istri dan dua anaknya sampai babak belur di Sumatera Utara. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang suami berinisial SMN nekat memukuli istri dan dua anaknya sampai babak belur.

Aksi tersebut sudah dilakukan berkali-kali.

Oleh karena itu polisi pun tak percaya saat pelaku mengaku berbuat demikian karena khilaf.

Pelaku adalah warga Kecamatan Wampu, Langkat, Sumatera Utara.

Baca juga: Fakta Pencuri Tewas Dihajar Pemilik Rumah Pakai Telanan, Tangan sempat Ditali hingga Tewas di Tempat

Kasus tersebut terungkap setelah video penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban viral di media sosial.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, alasan pelaku melakukan perbuatan keji itu diduga karena terpengaruh narkoba.

Sudah Berulang Kali

Kanit PPA Polres Langkat Iptu Nelson Manurung mengatakan, setelah video tersebut viral di media sosial dan mendapat laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan pelaku itu ternyata sudah berulang kali terjadi.

Adapun korbannya adalah istrinya berinisial SN dan kedua anaknya yang masih berusia 15 dan 16 tahun.

Setelah mengantongi keterangan dari sejumlah saksi dan korban, pelaku diamankan pada Senin (4/1/2021).

Saat akan ditangkap di Pasar 10, kata dia, pelaku sempat berusaha kabur dengan menaiki bus.

Namun, upayanya untuk melarikan diri itu gagal karena lebih dulu diringkus polisi.

Alasan Pelaku Khilaf

Saat dilakukan pemeriksaan di kantor polisi itu pelaku sempat mengelak melakukan penganiayaan kepada korban.

Namun, setelah ditunjukan video yang viral di medsos tersebut ia terkejut dan baru mengakui perbuatannya.

Ketika ditanya alasannya melakukan perbuatan itu, pelaku awalnya mengaku karena khilaf.

Baca juga: Kronologi Pencuri di Simalungun Tewas setelah Dianiaya, Diikat lalu Dipukuli Pakai Talenan

Namun, polisi tidak mempercayai keterangannya begitu saja.

Mengingat pelaku juga terbukti mengonsumsi narkoba.

"Kan tak mungkin khilaf, masak jawabnya khilaf aja, berkali-kali dipukul, ya udah diam aja dia (pelaku) terus. Padahal orangtua, darah daging dipukuli, kok sampai hati. Menurut aku ya itu, narkoba," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved