Breaking News:

Vaksin Covid

Tim Uji Ungkap Efek Samping Vaksin Covid-19 Sinovac, Sedikit Demam hingga Bengkak Ringan

Prof Dr Kusnandi Rusmil menyebut hasil uji klinis vaksin Sinovac tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Editor: Lailatun Niqmah
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas medis melakukan simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Prof Dr Kusnandi Rusmil menyebut hasil uji klinis vaksin Sinovac tidak memiliki efek samping yang berbahaya, Senin (4/1/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Dr Kusnandi Rusmil menyebut hasil uji klinis vaksin Sinovac tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Hal itu diungkapkan Kusnandi dalam Programme Launching International Conference Covid-19 Pandemic and Global Vaccine, Senin (4/1/2021).

"Kita telah mengikuti enam bulan, apa yang didapat, ternyata kejadian sakit hanya panas ringan, demam sedikit, bengkak ringan, yang dalam dua hari, 20 persen sembuh sendiri," ungkap Kusnandi.

"Selama ini kalau kemanannya cukup baik, tetapi untuk efektivitas dan imunigenitas sedang dalam penelitian, belum selesai," ungkapnya.

Baca juga: Vaksinasi Dimulai Pertengahan Januari, Menkes: 426 Juta Dosis untuk 181 Juta Penduduk

Kusnandi juga membantah adanya sejumlah isu mengenai efek samping yang luar biasa dari vaksinasi Covid-19.

"Jadi kita telah melakukan (uji coba vaksin), tidak terjadi apa-apa."

"Isu yang beredar vaksin begini vaksin begitu, itu enggak, Indonesia sudah terbiasa dengan imunisasi," ungkap Kusnandi.

Kusnandi menegaskan, manfaat vaksin jauh lebih besar dari efek samping yang ditimbulkan.

"Memang ada efek samping, tapi tidak menyebabkan hal merugikan, dan jauh lebih baik dari efek sampingnya," ujar Kusnandi.

Adapun Kusnandi merinci ada 1.603 orang yang telah disuntik vaksin Covid-19 dalam tahap kedua.

"Dari 1.800 yang kita screening, kita lakukan rapid test dan swab, yang dapat memenuhi persyaratan 1.732, kita screening lagi menjadi 1.620 orang yang telah kita suntikan pertama, dan suntikan kedua yang hadir 1.603 orang," ungkap Kusnandi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved