Breaking News:

Terkini Daerah

Alami 32 Luka, Ini Alasan Teller Bank di Bali Tak Dapat Diautopsi, Dokter: Dengan Visum Luar Bisa

Jenazah korban pembunuhan Ni Putu Widiastuti tidak diautopsi oleh dokter.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Tribun-Bali.com/Istimewa
Pihak keluarga ketika lakukan prosesi nganyudin (menghanyutkan) abu jenazah korban pembunuhan Ni Putu Widiastiti di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, pada, Kamis (31/12/2020). Setelahnya keluarga juga menggelar upacara mepegat dan mecaru. 

TRIBUNWOW.COM - Jenazah korban pembunuhan Ni Putu Widiastuti tidak diautopsi oleh dokter.

Dilansir TribunWow.com, diketahui teller sebuah bank di Bali itu dibunuh bocah berinisial PAH (14).

Widiastuti ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Kerta Negara, Gang Widura Nomor 24, Banjar Poh Gading, Ubung Kaja, Denpasar, Bali pada Senin (28/12/2020) pukul 08.30 WITA.

Rumah atau lokasi ditemukannya seorang pegawai bank di Denpasar yang menjadi korban pembunuhan seorang bocah berusia 14 tahun berinisial PAH.
Rumah atau lokasi ditemukannya seorang pegawai bank di Denpasar yang menjadi korban pembunuhan seorang bocah berusia 14 tahun berinisial PAH. (Tribun-Bali.com/Firizqi Irwan)

Baca juga: Sejak Kecil Mencuri Kotak Sesari, Bocah Pembunuh Teller Bank di Bali Tak Pernah Dapat Uang Saku

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan 32 luka di sekujur tubuhnya.

Sebanyak 25 luka diakibatkan tebasan senjata tajam berupa belati.

Setelah kasus itu terkuak, ditemukan fakta bahwa swab terhadap Widiastuti menunjukkan hasil positif Covid-19.

Maka dari itu Widiastuti tidak dapat diautopsi.

Hal itu dikonfirmasi Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

"Karena ini masa Covid-19, sesuai dengan SOP, proseduralnya dilakukan secara cek swab," kata Jansen, dikutip dari Tribun-Bali.com, Rabu (30/12/2020).

"Memastikan apakah bersangkutan sehat atau tidak. Ternyata hasilnya positif," ungkapnya.

Ia menyebut hasil visum luar menunjukkan penyebab kematian korban adalah akibat luka tusukan.

“Khususnya yang mematikan itu ada 5 titik di bagian dada dan leher," kata Jansen.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyebut hasil swab itu keluar pada Selasa (29/12/2020).

Ia menjelaskan hasil visum luar sudah cukup menunjukkan luka yang diderita korban.

Selain alasan tersebut, Dokter Penanggung Jawab Pasien Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, menyebut rumah sakit tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk mengautopsi jenazah yang positif Covid-19.

Baca juga: Anaknya Tersangka Pembunuhan Teller Bank, Ibu Tiri Kena Imbas Diusir dari Kos: Kami Orang Susah

Halaman 1/3
Tags:
Kasus Pembunuhanteller bankDenpasarBali
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved