Vaksin Covid
Ada 6 Jenis Vaksin Covid-19, Saleh Daulay Ungkap yang Sudah Deal Baru Sinovac: Sedang Negosiasi
Anggota Komisi IV DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyampaikan perkembangan terkini vaksin Covid-19.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi IV DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyampaikan perkembangan terkini vaksin Covid-19.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Minggu (20/12/2020).
Diketahui pemerintah tengah menyiapkan vaksin buatan Sinovac dari Beijing, Tiongkok.

Baca juga: WHO Bandingkan 10 Vaksin Covid-19 yang Ada di Dunia, Vaksin Sinovac Jadi yang Terlemah
Sementara ini pemerintah tengah menunggu izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
"Ini vaksin 1,2 juta (dosis) sudah diimpor masuk ke Indonesia, sementara emergency use authorization belum keluar dan Badan POM," ungkap Saleh Daulay.
Ia mengingatkan down payment (DP) yang sudah dibayar pemerintah untuk membeli vaksin Sinovac cukup besar.
Saleh menyinggung jumlah anggaran yang telah dikeluarkan mencapai Rp638 miliar.
"Kemudian kita sudah keluar bayar DP mahal, 80 persen dari DP sudah dibayar," kata Saleh.
Ia membenarkan akan ada 6 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia.
Masing-masing vaksin diproduksi perusahaan yang berbeda.
"Vaksin itu sudah ditetapkan Menteri Kesehatan ada 6 jenis. Mulai dari yang tadi Sinovac, kemudian ada Pfizer, ada Moderna kalau enggak salah, ada juga Sinofarm, kemudian AstraZeneca," terangnya.
Baca juga: Kemenkes Ungkap 3 Keuntungan Vaksinasi Covid-19, Bisa Lindungi Kelompok yang Tidak Dapat Vaksin
Menurut Saleh, pemerintah tengah melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan vaksin tersebut.
Sementara ini yang sudah setuju adalah Sinovac, yang telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin ke Indonesia.
"Jadi memang pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan itu," kata Saleh.
"Tetapi yang sudah deal, yang sudah berjanji memenuhi kebutuhan kita itu baru Sinovac, yang lain belum," jelasnya.