Breaking News:

Terkini Nasional

Jawaban soal Pemerintah Didesak Gratiskan Vaksin ke Semua Orang: Penghasilan Negara Tidak Cukup

Pemerintah kini tengah didesak untuk menggratiskan biaya vaksin Covid-19.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AFP/Nelson Almeid
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah kini tengah didesak untuk menggratiskan biaya vaksin Covid-19.

Menanggapi itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi angkat bicara.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (15/12/2020). Nadia mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa menggratiskan semua orang untuk mendapat Covid-19.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari negara Tiongkok baru saja tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (7/12/2020).
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari negara Tiongkok baru saja tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (7/12/2020). (presidenri.go.id)

Baca juga: Survei Sebut 9 Persen Warga Jawa Barat Menolak Vaksinasi Covid-19, Begini Penjelasan Ridwan Kamil

Pasalnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang tidak baik.

Anggaran yang harus disiapkan untuk menggratiskan vaksin kepada semua orang tidak sedikit.

"Kalau melihat saja, pertumbuhan ekonomi kita ini sekarang bagaimana."

"Kira-kira penghasilan negara cukup tidak sih. Sementara anggaran kita untuk vaksin di 2021 saja sudah dianggarkan Rp 17 triliun," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Tak hanya itu BPJS juga masih menanggung biaya orang sakit.

"Belum kita bicara BPJS melayani orang sakit, anggarannya berapa," imbuhnya.

Sementara dalam proses vaksinasi masih dibutuhkan rumah sakit hingga alat pelindung diri.

Menurut Nadia, penjualan vaksin juga bisa membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi.

Baca juga: Mama Rieta Amilia Terkena Covid-19, Ibunda Nagita Slavina Rasakan Pegal Malam Haari setelah Divaksin

Nadia mengatakan, suksesnya vaksinasi dibutuhkan gotong royong dari semua pihak.

Perusahaan diminta ikut membantu karyawan-karyawannya melakukan vaksinasi secara mandiri.

"Tentu vaksin mandiri atau berbayar ini kita mendorongnya ke perusahaan-perusahaan."

"Tujuannya agar perusahaan bisa memvaksinasi karyawannya, sehingga perusahaan itu dapat kembali jalan, dan roda ekonomi berputar lagi," jelasnya.

Halaman
123
Tags:
Vaksin Covid-19Vaksin Virus CoronaCovid-19Virus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved