Terkini Nasional
Viral Muncul Soal Ujian Sekolah 'Anies Diejek Mega', Pelaku Pembuat Soal adalah Guru di Jakarta
Soal ujian sekolah di DKI Jakarta viral di masyarakat. Pasalnya muncul nama Anies dan Mega dalam soal ujian itu.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Soal ujian sekolah di DKI Jakarta viral di masyarakat.
Pasalnya muncul nama Anies dan Mega dalam soal ujian itu.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (14/12/2020), pada soal pertama muncul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri.

Baca juga: Penjelasan Disdik DKI Jakarta soal Viral Nama Anies dan Mega di Soal Ujian Sekolah
"Pak Anies adalah seorang Gubernur hasil pemilihan Gubernur tahun 2017. Ia tidak menyalahgunakan jabatan yang dimilikinya untuk memperkaya diri dan keluarga."
"Sebaliknya, Ia gunakan jabatannya untuk menolong rakyat yang mengalami kesusahan. Perilaku Pak Anies adalah contoh sikap...,' demikian soal pertama di ujian sekolah itu berbunyi.
Sedangkan pada soal lainnya muncul 'Anies kerap diejek Mega, namun Anies tak pernah marah'.
"Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam, Walaupun demikian Anies tidak pernah marah. Perilaku Anies merupakan contoh...," demikian soal lainnya yang menimbulkan kontroversi itu.
Menanggapi viralnya berita tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana membenarkan bahwa soal itu dibuat oleh guru di Jakarta.
Hal itu diketahui setelah pihak Disdik melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada kepada kepala sekolah dan guru yang membuat soal ujian.
Akibatnya, Disdik lantas memberikan teguran pada guru tersebut.
Nahdiana meminta agar semua Aparatur Sipil Negara di DKI Jakarta bersikap netral.
Tak hanya ASN di lingkungan pendidikan, namun juga semua bidang.
Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Kedekatan Anies dan Rizieq Tak Perlu Dipermasalahkan: Pemimpin Pasti Punya Risiko
Anies Diminta Fokus Bangun Jakarta
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) blak-blakan mengaku memiliki kedekatan dengan Anies.
Ia membenarkan bahwa dirinya memberikan dukungan saat Anies mencalonkan diri sebagai gubernur meski dinilai sebagian pihak pandangan politiknya tak sejalan dengan rekannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi).
JK memiliki pandangan tersendiri kala itu.
Ia menilai jika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang terpilih menjadi Gubernur DKI nantinya situasi Jakarta akan tidak kondusif dan berdampak pada kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Saya kenal dengan pak Anies dan mendukung dia jadi gubernur itu benar. Mohon maaf, kalau saat itu Ahok yang menang, akan terjadi keributan dan berdampak pada Presiden Jokowi,” kata JK saat diwawancara Claudius Boekan, Jumat (4/12/2020).
“Semua orang punya pandangan politik berbeda. Saya harus sependapat dalam bertugas, tapi hari itu saya punya pandangan (politik) berbeda dengan pak Jokowi,” lanjutnya
JK mengatakan bahwa saat itu orang melihat seolah dirinya membangkang dari Presiden.
Baca juga: Respons Ferdinand Hutahaean saat Dilaporkan Putri Jusuf Kalla ke Polisi: Saya Agak Heran
Padahal, bahkan JK dan Presiden Jokowi saat itu tidak pernah bicara soal siapa yang menjadi gubernur.
“Saya benar mendukung Anies, tapi saat dia terpilih jadi gubernur, prosesnya itu berjalan sendiri,” ujarnya.
JK memberikan pesan kepada Anies saat keduanya sempat membicarakan soal pencalonan presiden (Pencapresan) di tahun 2024.
JK berkata kepada Anies untuk tidak berbicara dini soal Pencapresan, namun sebaliknya agar Anies fokus dalam mengemban tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta kedepannya.
“Jangan dulu sekarang, jangan bicara sekarang, bangun saja dulu Jakarta agar tidak macet, tidak banjir, bersih, dan sebagainya. Tak usah pikir 2024. 2024 akan datang sendiri kalau dia berhasil jadi gubernur,” ujar JK.
“Ini untuk siapa saja bisa Anies, Ganjar, Ridwan Kamil, Khofifah itu akan tergantung dari apa yang diperbuat dari sekarang. Berbuat yang maksimal aja sekarang,” lanjutnya.
Baca juga: JK Sebut Habib Rizieq Populer karena Kekosongan Pemimpinan, Amien Rais: Menurut Saya Ada Kezaliman
JK membantah dirinya akan kembali maju mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2024.
JK mengatakan bahwa saat itu usianya telah menginjak 82 tahun dan akan fokus menikmati masa tuanya dengan melakukan sejumlah kegiatan organisasi kemanusiaan maupun organisasi keagamaan dan internasional
“Pada saat itu umur saya sudah 82 tahun, kapan lagi saya menikmati masa tua saya. Kita memperhatikan politik tentu iya, tapi saya tidak mau lagi aktif secara praktis,” ujar JK.
“Golkar pernah meminta saya untuk jadi ketua penasehat, saya tidak mau. Saya senang urus kemanusiaan, keagamaan, urusan internasional, menurut saya itu amalan yang baik,” lanjutnya.
Diketahui saat ini JK menjadi ketua dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI). (*)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul Viral Nama Anies dan Mega dalam Soal Ujian, Teguran Disdik DKI hingga Respons DPRD dan sebagian telah tayang di Tribunnews.com dengan judul JK Ungkap Kedekatannya dengan Anies Baswedan, Beri Pesan Menohok Soal Pencapresan