Breaking News:

Vaksin Covid

Sinovac Nyatakan Vaksinnya Belum Tentu Efektif Cegah Covid-19, Ini Penjelasan Bio Farma

Sinovac Biotech Ltd memberikan pernyataan terbaru mengenai efektivitas vaksin Virus Corona yang diproduksi perusahaan tersebut.

Editor: Lailatun Niqmah
presidenri.go.id
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari negara Tiongkok baru saja tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (7/12/2020). Sinovac Biotech Ltd memberikan pernyataan terbaru mengenai efektivitas vaksin Virus Corona yang diproduksi perusahaan tersebut. 

TRIBUNWOW.COM - Sinovac Biotech Ltd memberikan pernyataan terbaru mengenai efektivitas vaksin Virus Corona yang diproduksi perusahaan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi pernyataan PT Bio Farma yang menyebut efektivitas vaksin mencapai 97 persen dalam uji klinis awal.

Namun, Bio Farma kemudian memberikan klarifikasinya soal ini.

Baca juga: Sambil Tunggu Vaksin Covid-19, Kominfo Ingatkan Masyarakat Wajib Utamakan Protokol Kesehatan

Juru Bicara Sinovac Biotech Ltd menyebutkan, hingga saat ini belum diketahui kemanjuran dari vaksin tersebut.

Melansir Bloomberg, Selasa (8/12/2020), menurut Sinovac, angka 97 persen mengacu pada tingkat serokonversi yang terpisah dari kemanjuran vaksin.

Pasalnya, tingkat serokonversi yang tinggi tidak berarti bahwa vaksin tersebut efektif melindungi orang dari Virus Corona.

Perusahaan yang berbasis di Beijing dan mitranya masih menganalisis data dari uji coba Fase III yang lebih besar di Brasil.

Mereka berharap mendapatkan indikasi seberapa besar tingkat efektivitas suntikan tersebut berdasarkan data dari sekitar 60 kasus Covid-19.

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Sinovac Aman bagi Lansia di Atas 60 Tahun? Ini Penjelasan Bio Farma

Tak seperti pengembang vaksin lainnya, belum ada perusahaan vaksin asal China terkemuka yang merilis data secara publik tentang kemanjuran suntikan mereka dalam uji coba fase 3.

Oleh karena itu, sulit untuk membandingkan vaksin mereka dengan lainnya untuk memperkirakan seberapa cepat mereka akan menerima persetujuan penggunaan umum.

Namun, dosis telah diberikan kepada ratusan ribu orang di bawah program penggunaan darurat China.

Hal itu telah menimbulkan keprihatinan di antara para ilmuwan tentang potensi risiko dalam menggunakan vaksin yang keselamatannya belum dipelajari secara menyeluruh.

Vaksin Sionvac mengandalkan Virus Corona yang tidak aktif untuk mendapatkan sistem kekebalan.

Ini adalah metode yang banyak digunakan dalam vaksin untuk melawan banyak penyakit lain seperti hepatitis, flu, dan polio.

Klarifikasi Bio Farma

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
SinovacVaksin Covid-19Bio FarmaVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved