Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Menang Telak di Pilkada Solo, Gibran Ngaku Tak Pedulikan Angka: Menang-Kalah Urusan Belakangan

Pasangan calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan calon Wakil Wali Kota Teguh Prakosa menanggapi hasil hitung cepat (quickcount) pilkada.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KompasTV
Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa saat debat Pilkada Solo 2020 di The Sunan Hotel Solo, Jumat (6/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pasangan calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan calon Wakil Wali Kota Teguh Prakosa menanggapi hasil hitung cepat (quickcount) Pilkada Serentak.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan Metro TV, Rabu (9/12/2020).

Berdasarkan hasil hitung cepat sampai Rabu malam, pasangan Gibran-Teguh memperoleh 87,15 persen suara dan Bagyo-Supardjo mendapat 12,85 persen suara.

Menang telak atas rivalnya Bagyo Wahono-Suparjo Fransiskus Xaverius, Gibran lantas mengungkapkan janji-janjinya bagi warga Solo di kanal YouTube metrotvnews pada Rabu (9/12/2020)
Menang telak atas rivalnya Bagyo Wahono-Suparjo Fransiskus Xaverius, Gibran lantas mengungkapkan janji-janjinya bagi warga Solo di kanal YouTube metrotvnews pada Rabu (9/12/2020) (Channel YouTube Metrotvnews)

Baca juga: Kalah Telak dari Gibran di Hitung Cepat Pilkada Solo, Bagyo Tak Kapok Berpolitik: 2024 Ketemu Lagi

Gibran menuturkan dirinya sudah tidak lagi menghiraukan perolehan suara tersebut, mengingat ada hal lain yang lebih penting.

"Sekarang kita tidak bicara angka lagi, yang penting warga Solo sehat semua, pilkadanya berjalan dengan lancar dan aman," komentar Gibran.

Ia mengaku tidak terlalu menghiraukan hasil penghitungan suara.

Menurut Gibran, masalah kesehatan publik di tengah pandemi Covid-19 jauh lebih penting.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menegaskan prioritasnya adalah memastikan pilkada berjalan lancar.

"Kalau masalah angka-angka itu urusan belakangan. Saya pun sudah nothing to lose, menang-kalah itu urusan belakangan," ungkap Gibran.

"Yang penting warganya sehat semua, pilkada berjalan aman dan lancar. Itu saja yang paling prioritas dari saya," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh turut angkat bicara tentang target perolehan suara sebesar 92 persen.

Baca juga: Unggul dalam Quick Count Pilkada Solo, Gibran Bicara Dinasti Politik hingga Sikapnya kepada Bajo

Sementara itu pasangan Gibran-Teguh masih mendapat 87,15 persen suara.

Teguh menilai tim kampanye dan partai sudah bekerja keras untuk mendapat hasil tersebut, meskipun tidak memenuhi target.

Teguh menjelaskan pihaknya sudah menerima hasil yang muncul dari hitung cepat.

"Saya kira target 92 persen (suara) dan tingkat kehadiran 80 persen itu, pimpinan partai dan tim pemenangan mewajibkan untuk seluruh struktur pemenangan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam masa pandemi ini," papar Teguh Prakosa.

"Bilamana hasilnya sudah maksimal, maka inilah yang harus kita terima," tegasnya.

Senada dengan Gibran, Teguh menilai isu yang lebih penting saat ini adalah mencegah klaster baru penularan Covid-19.

"Yang penting tidak ada klaster pilkada. Jangan sampai ada klaster pilkada," tandasnya.

Lihat videonya mulai menit 1.30

Tanggapan Bagyo

Calon Wali Kota Solo jalur independen, Bagyo Wahyono, menanggapi hasil hitung cepat (quickcount) dari pilkada serentak.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (9/12/2020).

Diketahui pasangan Bagyo Wahyono-Supardjo melawan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo.

Baca juga: Terungkap Alasan Bagyo Wahyono Menghilang setelah Mencoblos, Ketua Pemenangan: Beliau Tidur

Berdasarkan hasil hitung cepat sampai Rabu malam, pasangan Gibran-Teguh memperoleh 87,15 persen suara dan Bagyo-Supardjo mendapat 12,85 persen suara.

Meskipun kalah telah, Bagyo mengaku tidak kapok terjun di dunia politik.

Ia mengaku menjadikan pilkada kali ini sebagai pengalaman berpolitik, bahkan mengungkap kemungkinan maju dalam kontes selanjutnya beberapa tahun mendatang.

"Ini pendidikan yang luar biasa untuk masyarakat Kota Solo di arus bawah," ungkap Bagyo Wahyono.

"Ini mungkin untuk 2024 kita akan ketemu lagi," lanjutnya.

Calon Wali Kota Solo nomor urut 02 Bagyo Wahyono didampingi istri mencoblos di TPS 8 Kelurahan Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020).
Calon Wali Kota Solo nomor urut 02 Bagyo Wahyono didampingi istri mencoblos di TPS 8 Kelurahan Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Selain itu, Bagyo menilai hasil hitung cepat ini dapat menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi tim pemenangan Bajo.

Diketahui pasangan tersebut diusung organisasi masyarakat (ormas) Tikus Pithi.

Kelompok ini juga membantu Bajo mengumpulkan KTP dan melakukan kampanye.

Baca juga: Debat Pilkada Solo, Nada Gibran Tiba-tiba Meninggi saat Disindir Bagyo soal Budaya: Kita Cari Solusi

"Jadi betul-betul ini pendidikan yang luar biasa, karena ini memang banyak celah-celah yang kita tahu di mana agak sedikit merisaukan dari tim Bajo," singgung Bagyo.

Bagyo mengaku tidak menutup kemungkinan akan kembali terjun di dunia politik dalam pemilihan berikutnya.

"Paling enggak nanti Tikus Pithi dan Koalisi Masyarakat barangkali ada pemilihan lagi, kita bisa ikut kontestasi lagi," kata Bagyo.

Dalam tayangan yang sama, Bagyo memastikan akan mengawal pemerintahan Gibran-Teguh.

Ia menyebutkan akan selalu menyalurkan aspirasi masyarakat, terutama yang memilih dirinya, kepada pasangan pemimpin terpilih nanti.

"Berikutnya kita membawa aspirasi dari masyarakat. Otomatis kita akan mengawal dari Mas Gibran dan Pak Teguh, sebagaimana kita juga dititipi aspirasi dari masyarakat yang perlu kita sampaikan," jelas Bagyo.

"Untuk masyarakat yang menitipkan (aspirasi) betul-betul terayomi oleh Mas Gibran dan Pak Teguh," tambahnya. (TribunWow.com/Brigitta)

Tags:
Pilkada SoloPilkada Serentak 2020Gibran Rakabuming Raka
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved