Pilkada Serentak 2020
Menang Telak di Pilkada Solo, Gibran Ngaku Tak Pedulikan Angka: Menang-Kalah Urusan Belakangan
Pasangan calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan calon Wakil Wali Kota Teguh Prakosa menanggapi hasil hitung cepat (quickcount) pilkada.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Bilamana hasilnya sudah maksimal, maka inilah yang harus kita terima," tegasnya.
Senada dengan Gibran, Teguh menilai isu yang lebih penting saat ini adalah mencegah klaster baru penularan Covid-19.
"Yang penting tidak ada klaster pilkada. Jangan sampai ada klaster pilkada," tandasnya.
Lihat videonya mulai menit 1.30
Tanggapan Bagyo
Calon Wali Kota Solo jalur independen, Bagyo Wahyono, menanggapi hasil hitung cepat (quickcount) dari pilkada serentak.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (9/12/2020).
Diketahui pasangan Bagyo Wahyono-Supardjo melawan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dalam Pilkada Solo.
Baca juga: Terungkap Alasan Bagyo Wahyono Menghilang setelah Mencoblos, Ketua Pemenangan: Beliau Tidur
Berdasarkan hasil hitung cepat sampai Rabu malam, pasangan Gibran-Teguh memperoleh 87,15 persen suara dan Bagyo-Supardjo mendapat 12,85 persen suara.
Meskipun kalah telah, Bagyo mengaku tidak kapok terjun di dunia politik.
Ia mengaku menjadikan pilkada kali ini sebagai pengalaman berpolitik, bahkan mengungkap kemungkinan maju dalam kontes selanjutnya beberapa tahun mendatang.
"Ini pendidikan yang luar biasa untuk masyarakat Kota Solo di arus bawah," ungkap Bagyo Wahyono.
"Ini mungkin untuk 2024 kita akan ketemu lagi," lanjutnya.

Selain itu, Bagyo menilai hasil hitung cepat ini dapat menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi tim pemenangan Bajo.