Pilkada Serentak 2020
Langkah Bagyo Wahyono jika Tak Jadi Wali Kota Solo: Mengawal dan Mengkritisi Kebijakan Mas Gibran
Langkah pasangan calon nomor urut 02, Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) di Pilkada Solo 2020 semakin berat.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
Bagyo mengatakan dengan melihat hasil quick count Pilkada Solo, banyak kekurangan dari tim Bajo.
Oleh karenanya, kekurangan-kekurangan itu yang akan diperbaiki untuk mempersiapkan pada kontestasi selanjutnya.
Bahkan dirinya mengaku siap untuk bertemu kembali pada 2024.
"Ini pendidikan yang luar biasa untuk masyarakat Kota Solo di arus bawah, termasuk Tikus Pithi Anoto Baris," ujar Bagyo.
"Karena ini untuk ungkin nanti di tahun 2024 kita akan bertemu lagi," jelasnya.
Meski sudah begitu maksimal, pria yang berprofesi sebagai tukang jahit itu menyadari banyak yang menjadi perhatian untuk perbaikan.
"Jadi ini betul-betul pendidikan yang luar biasa, karena ini memang banyak celah-celah di mana tentang hal-hal yang sedikit agak merisaukan dari tim Bajo ini," ungkap Bagyo.
Baca juga: Gibran Rakabuming Menang Telak 171 Suara di Tempat Nyoblos TPS 22, Bajo Cuma 24 Suara
Merasa penasaran lantaran menyinggung tahun 2024, presenter Najwa Shihab pun meminta penjelasan dari Bagyo.
Karena seperti yang diketahui, pada tahun 2024 juga merupakan tahun politik, bahkan ada Pilpres 2024.
"2024 maksutnya ketemu di mana Pak?" tanya Najwa Shihab.
Menjawab hal itu, Bagyo mengaku bersama tim pendukungnya yakni Tikus Pithi Hanotobaris masih mempunyai asa dalam kontestasi politik lainnya.
Dirinya menambahkan tidak menjadi merasa takut setelah kalah telak dari Gibran di Pilkada Solo 2020.
"Ya paling enggak nanti Tikus Pithi dan masyarakat koalisi rakyat ini barang kali ada pemilihan lagi kita bisa ikut kontestasi lagi," jawab Bagyo. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)