Pilkada Serentak 2020
Terungkap Alasan Bagyo Wahyono "Menghilang" setelah Mencoblos, Ketua Pemenangan: Beliau Tidur
Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono sempat tidak terlihat setelah pencoblosan Pilkada Solo. Ini alasannya.
Editor: Rekarinta Vintoko
Bagyo hanya mendapatkan 58 suara dan Gibran menang telak 146 suara.
Ketua Pemenangan Bajo Sigit Prawoso mengatakan, dalam perhelatan ini, Independen memang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Apalagi, kawasan rumah Bagyo menurut dia masih didominasi oleh PDI Perjuangan.
"Masyarakat belum begitu memahami dan menerima Independen," papar Sigit, Rabu (9/12/2020).
"Disini (kawasan rumah Bagyo) mayoritas markas besar PDI Perjuangan," kata Sigit.
Dia beranggapan capaian 58 suara di TPS 8 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan ini sudah luar biasa.
"Hasilnya tetap luar biasa karena Independen baru muncul sekarang ini," kata Sigit.
Sebelumnya, Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono kalah di TPS 8 RT 3 RW 6 Kampung/Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.
TPS tersebut berada di depan rumah Bagyo Wahyono.
Baca juga: Gibran Rakabuming Menang Telak 171 Suara di Tempat Nyoblos TPS 22, Bajo Cuma 24 Suara
Pantauan di lapangan, hasil dari penghitungan suara tersebut Gibran mendapatkan 146 suara.
Sementara, Bagyo Wahyono mendapatkan 58 suara.
Diketahui ada suara tidak sah sebanyak 45 suara.
Total suara sah ada 204.
Sementara, total suara sah dan tidak sah 249.
Sementara, jumlah DPT yang tidak hadir 179 dari total 428 DPT.
Penghitungan dimulai pukul 13.45 WIB sampai pukul 14.55 WIB.
Diketahui, masyarakat terlihat antusias dengan penghitungan tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Terjawab, Mengapa Bagyo Si Penantang Gibran 'Menghilang' Setelah Mencoblos : Ternyata Tidur di Rumah