Terkini Daerah
Jadi Misteri 7 Tahun, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Kebun Salak, Terungkap dari Motor Sport
Akhirnya terungkap sosok perempuan tewas tergeletak di tengah kebun salak wilayah Candibinangun, Pakem, Sleman setelah tujuh tahun kematiannya.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Akhirnya terungkap sosok perempuan tewas tergeletak di tengah kebun salak wilayah Candibinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, setelah tujuh tahun kematiannya.
Tepatnya pada 4 Februari 2013, perempuan tersebut baru diketahui bernama Sri Utami (40).
Saat itum, korban ditemukan dalam keadaan sudah membusuk dan tanpa identitas.
Baca juga: Pencairan BLT Guru Honorer Rp 1,8 Juta di info.gtk.kemdikbud.go.id, Ikuti Panduan Lengkapnya di Sini
Baca juga: Kuliah Tatap Muka 2021 Diizinkan Kemendikbud, Dimulai Januari 2021 Ini Persyaratannya
Setelah tujuh tahun berlalu, akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku berinisial EBP (39) warga Kediri, Jawa Timur.
Terungkapnya kasus ini setelah polisi mengembangkan petunjuk sepeda motor sport dan huruf kode wilayah di pelat nomor kendaraan yang digunakan pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi mengatakan identitas korban diketahui setelah pelaku ditangkap.
"Identitas korban juga baru kita temukan kemarin. Jadi selama tujuh tahun kita tidak tahu ini korbanya siapa," ujar Burkan Rudi dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (3/12/2020).
Dari keterangan pelaku, korban merupakan seorang perempuan bernama Sri Utami (40) warga Muntuk Dlingo, Bantul.
"Kita waktu itu sudah dapat gambaran, tetapi memastikan korban berasal dari mana kita tidak punya identitas sama sekali."
"Sampai dengan korban dikubur tidak ada keluarga yang mencari, sampai kemarin juga tidak ada yang mencari," jelasnya.
Setelah pelaku mengatakan identitas korban, polisi kemudian konformasi ke alamat di Muntuk, Dlingo, Bantul.
Hasilnya memang benar korban warga di sana.
"Tim ke sana dan benar korban hilang sejak 7 tahun lalu. Tidak pernah (dilaporkan ke polisi jika korban hilang), tapi masih (ada keluarga di Dlingo)," ucapnya.
Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Sebut Dirinya Kecewa karena Zona Merah Meningkat: Harus Jadi Cermin
Pelaku tega membunuh karena merasa cemburu.
Sebab korban karena sering membanding-bandingkan pelaku dengan laki-laki lain.
Burkan menyampaikan saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk.